Kiswah Syekh Abdul Qadir Jailani Dipamerkan di Masjid Al Akbar Surabaya
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Kamis, 12 Mar 2026 14:04 WIB
jatimnow.com – Kiswah peninggalan ulama besar dunia Syekh Abdul Qadir Al Jailani dipamerkan di Masjid Al Akbar Surabaya. Pameran ini menghadirkan berbagai artefak bersejarah dan manuskrip klasik spiritual serta jejak keilmuan para ulama.
Kiswah ini merupakan kain penutup makam yang secara khusus digunakan untuk menutup makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad, Irak. Kiswah itu secara berkala diganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar tersebut.
Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?
Pameran dibuka langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, kiswah ini memiliki nilai historis yang istimewa. Karena diberikan secara langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, kepada Gubernur Khofifah saat ia berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad.
Menurut Khofifah, keberadaan kiswah tersebut tidak hanya menjadi artefak sejarah, tetapi juga simbol kuatnya sanad keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan oleh para ulama besar kepada generasi berikutnya.
"Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang telah diwariskan oleh para ulama besar,” ujar Khofifah, dalam siaran resminya, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri
Selain kiswah, pameran ini juga menampilkan potret perjalanan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dari masa ke masa. Dokumentasi tersebut memperlihatkan transformasi masjid yang menjadi salah satu ikon kebanggaan Jawa Timur.
Mulai dari arsip foto tempo dulu hingga kondisi masjid saat ini yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan edukasi masyarakat.
Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai manuskrip kitab klasik yang menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam. Di antaranya Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di pesantren.
"Rasanya Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang melakukan penelitian, penelaahan sampai kemudian menerbitkan turats secara serius," tandas Khofifah.
Editor : Dadang Kurnia