Rabu, 22 Jul 2026 16:05 WIB

Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 24 Mei 2026 15:55 WIB
Mbak Vinanda bersama Khofifah saat menyalurkan bantuan di Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Mbak Vinanda bersama Khofifah saat menyalurkan bantuan di Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar untuk masyarakat Kota Kediri di Balai Kota, Sabtu (23/5/2026). Dia didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani.

Gubernur Khofifah menyebut penyaluran bantuan sosial ini adalah bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan ekonomi rentan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp 1,819 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Gubernur Khofifah.

“Tentu kami berikhtiar untuk terus menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menilai, program bansos merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera yang menjadi pijakan dalam mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu bansos juga menjadi upaya memastikan tidak ada warga yang tertinggal (no one left behind).

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

“Sebagai prioritas utama, kami terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial lewat perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” terangnya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek pengungkit (multiplier effect) terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke panjenengan semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” pesannya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kota Kediri Vs Bank Jatim Surabaya Buka Turnamen Bola Voli Walikota Cup 2026

“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pendamping sosial, TKSK, Tagana, dan seluruh pilar sosial. Pengabdian panjenengan semua adalah bagian penting dari upaya kita menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

“Pertemuan ini jadi momentum saling sambung doa, mudah mudahan tambah hari tambah bahagia, sukses dan sejahtera kita semua,” terangnya.

Ke depan, Khofifah berharap sinergi antar pilar sosial terus diperkuat, disertai peningkatan integritas dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat di lapangan.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Adapun total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp1,794 miliar, dengan rincian PKH Plus untuk 485 keluarga, masing-masing Rp2 juta per tahun. Selanjutnya, BLT DBHCHT bagi 265 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp1 juta per tahun.

Baca Juga: Khofifah Sebut ALLPACK Surabaya Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Ada juga bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, masing-masing Rp1,5 juta per tahun, bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 55 penerima, masing-masing Rp3,6 juta per tahun.

Berikutnya, KIP PPKS Jawara untuk 24 penerima, masing-masing Rp3 juta per tahun. Serta bantuan operasional dan tali asih bagi 48 pilar sosial, meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kegiatan penyaluran bansos ini merupakan bentuk penguatan perhatian serta kepedulian masyarakat terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Ini diberikan kepada berbagai kelompok dan pilar kesejahteraan di Kota Kediri, bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta bentuk penguatan semangat, perhatian dan keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Mbak Vinanda.

“Kami terus berupaya mewujudkan kota Kediri yang maju, meningkatkan produktivitas SDM agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan lebih luas lagi. Kami juga memastikan bantuan sosial tepat sasaran, semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kualitas hidup,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.