Jumat, 19 Jun 2026 12:35 WIB

Pakar: Blokir Akun Media Sosial Anak Saja Tak Cukup Tanpa Atur Algoritma

Pemerintah resmi membatasi akun media sosial anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Pemerintah resmi membatasi akun media sosial anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com – Mulai 28 Maret 2026, anak-anak di bawah usia 16 tahun di Indonesia tidak lagi bebas berselancar di platform digital.

Pemerintah resmi mengetok palu kebijakan pembatasan akun media sosial anak untuk platform raksasa seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga gim populer semacam Roblox.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Langkah drastis ini bertujuan memutus rantai kecanduan dan paparan konten berbahaya yang selama ini menghantui pengguna di bawah umur.

Namun, kebijakan tersebut dianggap belum menyentuh akar masalah jika hanya berhenti pada urusan administratif usia.

Pakar Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Radius Setiyawan, menilai pemerintah punya pekerjaan rumah yang jauh lebih besar: menjinakkan algoritma platform digital.

"Masalah sebenarnya bukan cuma soal siapa yang memegang ponsel, tapi bagaimana mesin di dalam platform itu bekerja menarik pengguna agar sulit lepas," ujar Radius saat ditemui di Surabaya, Sabtu (7/3/2026).

Radius menjelaskan bahwa platform seperti TikTok dan YouTube bekerja dengan sistem rekomendasi yang sangat agresif. Mesin ini memantau setiap detik durasi tontonan dan jenis interaksi pengguna.

Bagi anak-anak, sistem ini sangat berisiko karena terus menyodorkan konten serupa yang sering kali makin ekstrem demi menjaga durasi tayang.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Tanpa adanya regulasi yang memaksa perusahaan teknologi membuka dapur algoritmanya, pembatasan usia ini terancam hanya jadi kebijakan simbolis.

"Kalau algoritmanya tetap dibiarkan liar, pembatasan akses ini cuma akan jadi formalitas di atas kertas. Pemerintah harus berani mendesak transparansi sistem rekomendasi konten, terutama yang menyasar pengguna muda," tambahnya.

Indonesia sebenarnya bisa berkaca pada Uni Eropa yang telah menerapkan Digital Services Act. Aturan tersebut memaksa raksasa teknologi lebih terbuka soal cara mereka memilah konten untuk pengguna.

Begitu juga Inggris lewat Online Safety Act yang menuntut tanggung jawab penuh platform atas keamanan ruang digital.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Di sisi lain, Radius mengingatkan bahwa secanggih apa pun blokir yang dipasang pemerintah, celah selalu ada.

Anak-anak yang terlanjur terpapar bisa saja memalsukan identitas atau meminjam akun orang dewasa untuk tetap masuk ke ruang digital.

"Perlindungan anak di dunia maya itu butuh tiga pilar: regulasi yang tegas terhadap platform, pengawasan ketat dari keluarga, dan literasi digital yang kuat. Tidak bisa hanya mengandalkan satu larangan," tegasnya.

Kebijakan ini memang menjadi sinyal positif komitmen negara. Namun, agar benar-benar berdampak nyata bagi keselamatan mental generasi muda, pemerintah dituntut segera merancang aturan teknis yang mengatur bagaimana konten disajikan kepada anak-anak, bukan sekadar melarang mereka memiliki akun.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.