Jumat, 19 Jun 2026 07:53 WIB

Sindiran BEM SI Jatim: Sumbang BoP Rp17 T, Siswa Bundir Tak Mampu Beli Buku

Aliansi BEM SI Jatim demo di DPRD Jatim, kritik keras iuran BoP Rp17 triliun saat warga bunuh diri karena kemiskinan dan tolak Pilkada lewat DPRD Jatim. (Foto: Muhammad Iffan Mulana/jatimnow.com)
Aliansi BEM SI Jatim demo di DPRD Jatim, kritik keras iuran BoP Rp17 triliun saat warga bunuh diri karena kemiskinan dan tolak Pilkada lewat DPRD Jatim. (Foto: Muhammad Iffan Mulana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kontradiksi kebijakan pemerintah pusat memicu gelombang protes mahasiswa di Jawa Timur. Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jatim mengkritik keras langkah pemerintah yang menggelontorkan dana Rp17 triliun untuk Board of Peace (BoP), sementara kemiskinan di dalam negeri masih memakan korban jiwa.

Sentilan tajam ini mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). Massa membawa spanduk bertuliskan nada satir. "Sok-sokan nyumbang 17 triliun ke BoP, tapi rakyatnya ada yang nggak mampu beli alat tulis buat sekolah sampai bundir!".

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Kalimat tersebut merujuk pada ironi bantuan internasional yang kontras dengan potret kelam pendidikan dan kesejahteraan warga di pelosok negeri. Mahasiswa menilai pemerintah sedang mengejar citra global namun menutup mata pada perut rakyat yang lapar.

Koordinator Lapangan BEM Unair, M. Rizqi Virawan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi kegelisahan Generasi Z terhadap arah bangsa.

Menurutnya, prioritas anggaran seharusnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang sedang terhimpit secara ekonomi.

"Negara tidak sedang baik-baik saja. Kami menuntut percepatan aktivasi kembali 11 juta peserta BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan. Hak sehat rakyat tidak boleh dikorbankan demi agenda lain," tegas Rizqi di sela aksi.

Selain soal anggaran global, massa juga menyoroti ancaman terhadap demokrasi lokal. Aliansi BEM SI Jatim menolak keras wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Mereka menganggap langkah tersebut sebagai upaya perampasan kedaulatan rakyat oleh elite politik.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat, bukan pilihan anggota dewan. Jika kepala daerah dipilih DPRD, kontrol publik akan hilang dan kekuasaan hanya berputar di lingkaran yang sama," tambah Rizqi.

Ketimpangan kebijakan ketenagakerjaan turut masuk dalam tuntutan. Mahasiswa mempertanyakan logika pemerintah yang berencana mengangkat pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ASN/P3K, namun membiarkan nasib guru honorer tetap terkatung-katung tanpa kepastian.

Senada dengan Rizqi, Muhammad Satria dari FISIP Unair menyayangkan sikap dingin para wakil rakyat. Hingga sore hari, tidak ada satu pun anggota DPRD Jatim yang keluar menemui massa.

"Kami datang untuk berdialog, bukan membuat kerusuhan. Kehadiran mahasiswa dari Surabaya, Malang, Lamongan, hingga Madura ini membuktikan bahwa keresahan ini nyata dan meluas," ujar Satria.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Meski cuaca menyengat dan barikade polisi berjaga ketat, massa menegaskan akan terus mengawal isu ini.

Bagi mereka, membiarkan anggaran triliunan rupiah terbang ke luar negeri saat warga lokal mengakhiri hidup karena himpitan sekolah adalah cacat logika yang harus dilawan.

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.