Sabtu, 20 Jun 2026 12:03 WIB

Hasil Brand Audit SMA Al-Muslim, Danone dan Ultra Jaya Dominasi Sampah

SMA Al-Muslim Sidoarjo dan Ecoton gelar Brand Audit sampah plastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
SMA Al-Muslim Sidoarjo dan Ecoton gelar Brand Audit sampah plastik. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang bulan suci Ramadan 2026 dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), puluhan kader lingkungan SMA Al-Muslim Sidoarjo melakukan aksi nyata "Ramadhan Hijau".

Bersama yayasan lingkungan Ecoton, mereka menggelar Brand Audit untuk melacak produsen mana saja yang kemasannya paling banyak mengotori lingkungan sekolah.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Aksi yang diikuti oleh 50 siswa lintas jenjang ini berhasil mengumpulkan 357 potong sampah plastik dalam waktu singkat.

Hasilnya mengejutkan, sejumlah merek besar muncul sebagai penyumbang sampah terbanyak, di antaranya Danone (5,3%), Ultra Jaya (4,2%), Indofood (2,5%), dan Siantar Top (2,0%).

Divisi Advokasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, menjelaskan bahwa audit ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan instrumen untuk mendorong Extended Producer Responsibility (EPR).

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, perusahaan wajib bertanggung jawab atas kemasan produk mereka yang sulit terurai.

"Plastik saset itu berlapis-lapis dan mustahil didaur ulang. Ada lebih dari 16.000 senyawa kimia di dalamnya, di mana 13.000 di antaranya masuk kategori pengganggu hormon atau EDC," tegas Alaika.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

Ia juga memperingatkan temuan senyawa ftalat pemicu kanker pada darah pemilah sampah akibat paparan plastik ini.

Founder Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini secara tidak sadar sering "memakan" plastik melalui polusi mikroplastik.

Ia pun menyoroti bahaya makanan ultra-processed food yang selain bungkusnya plastik, isinya pun mengandung banyak pengawet yang digemari anak-anak.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMA Al-Muslim, Mahmudah, menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi titik balik gaya hidup bersih, baik secara hati maupun lingkungan.

"Jangan sampai sampah dianggap bukan masalah. Solusi paling efektif adalah mengurangi atau bahkan tidak menggunakan plastik sekali pakai sama sekali. Semua harus dimulai dari diri sendiri," ujar Mahmudah.

Melalui kampanye ini, SMA Al-Muslim berharap para siswanya mampu menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan ramah lingkungan ke keluarga masing-masing, menjadikan ibadah puasa tahun ini lebih bertanggung jawab terhadap bumi.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.