Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 13 Mei 2026 13:22 WIB
jatimnow.com - Sungai Surabaya kembali menghadapi krisis limbah rumah tangga yang mengkhawatirkan. Dalam tiga hari terakhir, tim gabungan berhasil mengangkat lebih dari satu ton sampah popok sekali pakai dari dasar Kali Tebu.
Aksi ekskavasi yang digelar sejak Senin (11/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026) mengungkap fakta mengejutkan. Dari total 2,4 ton sampah yang terjaring, sebanyak 45 persen atau hampir separuh massa sampah tersebut merupakan limbah popok bayi dan dewasa.
Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok
Temuan itu menjadi peringatan keras bagi warga di enam kelurahan yang dilintasi aliran sungai tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi Ecoton bersama Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat) bukan sekadar pembersihan biasa. Relawan melakukan brand audit guna melacak produsen mana yang paling banyak menyumbang polusi di perairan tersebut.
Hasilnya, merek Sweety (PT Softex Indonesia) mendominasi dengan 31 persen, disusul MamyPoko (PT Unicharm) sebesar 24 persen.
Direktur Eksekutif Ecoton, Daru Setyorini, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat.
Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara
Ia mendesak pihak industri mulai menjalankan kewajiban Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen atas siklus hidup produk mereka.
"Sampah popok yang menggenang di sungai juga menjadi tanggung jawab perusahaan pembuatnya. Perusahaan wajib memikirkan bagaimana limbah pasca konsumsi mereka dikelola, bukan dibiarkan mencemari ekosistem," tegas Daru.
Persoalan di Kali Tebu kian krusial karena sungai ini menjadi jalur utama sampah plastik menuju Selat Madura. Aliran air membawa residu dari wilayah Kapas Madya, Simokerto, Tanah Kali Kedinding, Sidotopo Wetan, Bulak Banteng, hingga Tambak Wedi.
Baca Juga: SIER Pamerkan Mobil Hias Kupu-Kupu Robotik Raksasa di Surabaya Vaganza 2026
Sebagai langkah pencegahan permanen, program Mozaik kolaborasi Ecoton, Pemkot Surabaya, UNDP, dan Kemenko Bidang Pangan telah memasang trash barrier Barakuda. Alat penghalang tersebut akan dikuras secara rutin setiap dua hari sekali di TPS3R Kedung Cowek.
Amiruddin Muttaqin, perwakilan relawan Tekat, mengajak warga mengubah perilaku demi masa depan lingkungan.
"Kami butuh bantuan semua orang untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Mari kita kembalikan kelestarian Kali Tebu bersama-sama," pesannya.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84497-warga-surabaya-diminta-stop-buang-popok-ke-kali-tebu-ini-bahayanya