Sabtu, 20 Jun 2026 23:36 WIB

Canggih, Alat Buatan Mahasiswa Untag Ini Bisa Uji Higienitas Air Galon

Aditya Vahresi, mahasiswa Untag Surabaya, ciptakan alat pendeteksi kualitas air minum berbasis sensor pH dan kekeruhan untuk menjamin keamanan konsumen. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Aditya Vahresi, mahasiswa Untag Surabaya, ciptakan alat pendeteksi kualitas air minum berbasis sensor pH dan kekeruhan untuk menjamin keamanan konsumen. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Risiko mengonsumsi air minum yang tercemar kini bisa ditekan berkat inovasi terbaru dari kampus Merah Putih. Aditya Vahresi Ramadhan, mahasiswa Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, berhasil merakit sistem deteksi kualitas air minum kemasan dan isi ulang yang akurat dan praktis.

Teknologi ini lahir dari kegelisahan Aditya saat melakukan pendakian gunung. Ia kerap menjumpai sesama pendaki yang meminum air langsung dari sumber alam tanpa mengetahui kandungan di dalamnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Berangkat dari hobi tersebut, ia mengembangkan perangkat yang mampu mengubah asumsi menjadi data ilmiah mengenai kelayakan air.

"Selama ini kita hanya percaya saja kalau air itu bersih karena terlihat jernih. Padahal bisa saja ada cemaran tanah atau zat lain yang kasat mata. Saya ingin ada alat yang memberi kepastian lewat angka," ujar Aditya saat ditemui di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026).

Di bawah bimbingan Ir. Kukuh Setyajid, M.T., Aditya merancang alat dengan otak utama mikrokontroler ESP32. Perangkat ini mengintegrasikan dua sensor utama, yakni sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman dan sensor turbidity untuk mengecek kadar kekeruhan.

Secara teknis, sensor pH bekerja memindai skala keasaman air. Air yang layak konsumsi berada pada rentang netral, yakni 6,5 hingga 8,5. Sementara sensor kekeruhan berfungsi melacak partikel padat yang mengendap dalam air.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Seluruh hasil pemindaian langsung muncul di layar LCD. Pengguna bisa melihat nilai pH, tingkat keruh, dan status akhir apakah air tersebut layak minum atau tidak," jelas Aditya.

Meski terlihat sederhana, proses perakitan ini menemui kendala pada tahap akurasi. Aditya harus melakukan kalibrasi berulang kali untuk menyamakan tegangan listrik sensor dengan nilai pH yang sebenarnya agar hasil pengukuran tidak meleset.

Karya ini tidak hanya berguna bagi pendaki, tetapi punya potensi besar untuk diterapkan pada depot air minum isi ulang.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Dengan alat ini, pelaku usaha bisa memberikan jaminan mutu kepada pelanggan melalui pengujian real-time, bukan sekadar prediksi visual.

Aditya berharap temuannya menjadi titik awal bagi inovasi yang lebih masif di lingkungan kampus.

"Saya ingin alat ini terus dikembangkan agar sesuai standar industri yang lebih ketat, sehingga kesadaran masyarakat akan air bersih semakin meningkat," pungkasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.