Rabu, 17 Jun 2026 00:49 WIB

Dihantui Banjir, Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar Ngadu ke DPRD Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 20 Jan 2026 21:45 WIB
Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar gelar RDP dengan Komisi C DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar gelar RDP dengan Komisi C DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Trauma banjir yang melanda puluhan rumah di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, pada Desember 2025 lalu masih membayangi warga. Kekhawatiran akan banjir susulan membuat mereka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Jember.

Warga menilai lingkungan perumahan belum memberikan jaminan keamanan, baik dari sisi infrastruktur maupun keselamatan anak-anak.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Salah satu warga, Dewi Mashitoh, mengungkapkan kondisi kawasan yang dinilai tidak ramah anak. Struktur jalan yang menurun tajam disebut membahayakan aktivitas sehari-hari.

“Mayoritas warga punya balita. Perum ini tidak layak karena jalannya lurus ke bawah. Anak-anak sering nyosop saat main sepeda, bahkan batu plengsengan banyak yang jatuh dan mengenai anak-anak,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dewi, pembangunan dinding dan plengsengan sungai di sekitar perumahan terkesan tidak digarap serius sehingga menambah risiko bagi penghuni.

“Kita dalam ancaman kematian. Dari arah musala sampai Blok A itu sudah tidak aman. Sewaktu-waktu kalau jatuh, nyawa taruhannya,” tegasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menyebut persoalan utama yang dihadapi warga adalah ketidakpastian jaminan keamanan hunian. Di satu sisi mereka tetap harus mencicil rumah ke bank, namun di sisi lain dihantui potensi banjir berulang.

“Warga ini dalam posisi serba dilematis. Cicilan jalan terus, tapi rasa aman belum mereka dapatkan karena belum ada kepastian dari pengembang,” ujarnya dengan nada kesal.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Sebagai langkah jangka pendek, warga meminta pengembang menyediakan hunian darurat atau tempat tinggal sementara apabila banjir kembali terjadi.

“Hunian sementara ini menjadi kebutuhan mendesak agar warga tidak terus berada dalam kondisi waswas,” tambah David.

Selain itu, warga juga menuntut kompensasi atas kerugian akibat banjir serta solusi jangka panjang, seperti relokasi atau perbaikan plengsengan sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menanggapi tuntutan tersebut, pengembang Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Agus Lutfi, menegaskan bahwa proses pembangunan telah sesuai dengan ketentuan perizinan.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

“Untuk tuntutan jaminan pasti seperti relokasi atau pembangunan plengsengan, kami belum bisa memutuskan karena masih perlu pembahasan internal dan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Meski begitu, Agus memastikan penyediaan hunian sementara akan segera direalisasikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp50 juta kepada 52 rumah terdampak.

“Hunian sementara akan kami upayakan secepatnya, dan bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.