Jumat, 19 Jun 2026 21:55 WIB

Tol Laut Pelni 2026 Mulai Berlayar, Targetkan Pangkas Harga hingga 40 Persen

Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani, bersama stakeholder ketika melepas pelayaran perdana kapal Tol Laut Pelni 2026, di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani, bersama stakeholder ketika melepas pelayaran perdana kapal Tol Laut Pelni 2026, di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni tancap gas memulai operasi Tol Laut Pelni 2026 melalui pelepasan KM Logistik Nusantara (Lognus) 3 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (10/1).

Pelayaran perdana ini membawa misi besar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dengan target penurunan harga mencapai 40 persen.

Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa kehadiran kapal ini bukan sekadar rutinitas distribusi barang.

Menurutnya, kepastian jadwal kapal menjadi kunci agar masyarakat di pelosok tidak terjerat harga tinggi akibat kelangkaan stok.

"Kehadiran Tol Laut mampu meredam disparitas harga di wilayah 3TP antara 20 hingga 40 persen. Kami memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) berjalan tepat waktu melalui koordinasi ketat lintas pemangku kepentingan," kata sosok yang akrab disapa Anda tersebut di Kade Mirah, Surabaya.

Aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1). Pada tahun 2026, PELNI kembali mengoperasikan 8 trayek Tol Laut nasional dengan target peningkatan volume muatan balik komoditas daerah seperti ikan dan rumput laut untuk mendukung pemerataan ekonomi di wilayah 3TP. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1). Pada tahun 2026, PELNI kembali mengoperasikan 8 trayek Tol Laut nasional dengan target peningkatan volume muatan balik komoditas daerah seperti ikan dan rumput laut untuk mendukung pemerataan ekonomi di wilayah 3TP. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Pada tahun ini, Pelni melakukan manuver strategis dengan mengubah rute KM Lognus 3. Jika sebelumnya kapal ini melayani Trayek T-6 (Tidore – Jailolo), kini dialihkan ke Trayek T-9 yang mencakup rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak.

Langkah ini diambil demi menjangkau titik-titik yang memiliki kebutuhan logistik lebih mendesak. Pada pemberangkatan awal ini, kapal mengangkut 78 TEUs muatan, yang terdiri dari 74 TEUs barang kering dan 4 TEUs muatan beku berisi beras, minyak goreng, hingga ayam beku.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung

Sepanjang 2025, performa angkutan barang Pelni menunjukkan tren positif dengan total volume mencapai 13.142 TEUs, atau tumbuh 6 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk 2026, manajemen mematok target volume yang lebih progresif.

Meski arus barang dari barat ke timur terus meningkat, Pelni masih menghadapi tantangan pada keseimbangan muatan balik. Data 2025 menunjukkan ketimpangan yang cukup lebar: 9.103 TEUs muatan berangkat berbanding 4.039 TEUs muatan balik.

"Kami mengajak pemerintah daerah lebih agresif menggali potensi komoditas unggulan seperti ikan, kopra, atau rumput laut. Jika muatan balik optimal, distribusi logistik nasional akan jauh lebih sehat dan berkelanjutan," tambah Anda.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengamati pergerakan aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, mengamati pergerakan aktivitas bongkar muat kapal Tol Laut PT PELNI (Persero) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1).(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

Dipilihnya Surabaya sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kepala Cabang Pelni Surabaya, Roni Abdullah, mengungkapkan bahwa Tanjung Perak menyumbang 43 persen dari total muatan berangkat Pelni secara nasional pada tahun lalu.

Tahun ini, Pelni mengoperasikan empat trayek Tol Laut langsung dari Surabaya. Dominasi ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai dapur logistik bagi wilayah timur Indonesia.

Secara keseluruhan, Pelni memegang mandat untuk mengelola 8 trayek Tol Laut nasional, atau hampir seperlima dari total penugasan pemerintah.

Dengan jaringan yang mencakup 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis, Pelni kini berupaya mengintegrasikan layanan angkutan orang dan barang guna memastikan konektivitas antar-pulau tak lagi menjadi kendala ekonomi bagi masyarakat perbatasan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.