Jumat, 19 Jun 2026 13:46 WIB

Pemain Perseta 1970 Tulungagung Korban Tendangan Kungfu Alami Retak Tulang

Pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha menunjukkan kondisi dadanya. (Foto: Istimewa)
Pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha menunjukkan kondisi dadanya. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Kasus tendangan kungfu yang menimpa pemain Perseta 1970 Tulungagung mendapat perhatian penuh dari manajemen. Pasca pertandingan, Firman Nugraha dibawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil foto rontgen, diketahui terdapat retakan di bagian tulang rusuk bawah. Saat ini Firman masih menjalani masa observasi dari tim medis.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan pemain berposisi sebagai gelandang ini mendapat tendangan kungfu di bagian dada pada menit ke 72. Firman sempat mengalami kejang-kejang dan mendapat perawatan medis di mobil ambulance. Namun Firman merasa sudah kembali fit dan menolak dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Namun pada malam hari Firman mengirim WA mengaku sesak nafas, langsung kita bawa ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk diperiksa," ujarnya, Selasa (6/1/2025).

Dari hasil pemeriksaan dan foto rontgen, ditemukan adanya retakan pada tuluang rusuk bawah. Pihak manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan. Saat ini Firman masih bersama tim di Bangkalan. Namun pemain ini dilarang untuk datang dan ikut latihan bersama tim. Selain itu Firman juga masih dalam tahap observasi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Sengaja tidak kita pulangkan terlebih dahulu, biar sama tim karena ini bentuk tanggung jawab kami, proses observasi masih berlangsung," tuturnya.

Rudi mengakui kejadian ini berpengaruh terhadap mental pemain. Perseta 1970 Tulungagung diketahui sedang dalam motivasi tinggi untuk dapat lolos dari babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur. Namun setelah peristiwa tersebut mental pemain sedikit kendor. Pihak manajemen sendiri menegaskan keselamatan pemain adalah hal utama dalam kompetisi apapun.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Kita bertanggungjawab penuh terhadap pemain kami, keselamatan pemain adalah hal yang paling utama," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.