Minggu, 21 Jun 2026 02:37 WIB

Mendes PDT Kunjungi Lamongan, Pastikan KDMP Tak Saingi UMKM

Mendes DPT, Yandri Susanto saat mengunjungi KDMP Desa Plosowahyu, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Mendes DPT, Yandri Susanto saat mengunjungi KDMP Desa Plosowahyu, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) berkunjung ke Kabupaten Lamongan, Senin (22/12/2025). Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan progres Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Plosowahyu, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Menteri Yandri Susanto beserta Wakil Menteri Ahmad Riza Patria datang untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai koperasi desa.

Baca Juga: Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Update progres pembangunan KDMP skala nasional berada diangka 80 ribu desa. Hingga saat ini, sekitar 45 ribu lahan telah tersedia dan masuk tahap verifikasi, sementara yang masuk tahap pembangunan Kopdes telah mencapai lebih dari 20 ribu unit.

“Target kami, akhir tahun 2025 ini sebanyak 20 ribu Kopdes selesai dibangun dan beroperasi. Setelah itu, pada 2026 akan kembali digenjot untuk desa-desa lainnya,” ujar Yandri, Selasa (22/12/2025).

Ia menjelaskan, pembangunan Kopdes dilakukan secara bertahap dengan sasaran 75 ribu desa di luar kelurahan. Pemerintah menargetkan seluruh desa tersebut telah memiliki gerai Kopdes paling lambat pertengahan tahun 2026.

Baca Juga: BEM Kediri Raya Dorong Penguatan Ekonomi Desa dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

"Tantangan utama dalam pembangunan Kopdes adalah ketersediaan dan status lahan, baik dari sisi kepemilikan maupun ukuran. Saat ini, pembangunan difokuskan pada lahan yang telah jelas dan bersih secara hukum, baik milik desa, kabupaten, provinsi, maupun tanah negara," urainya

Dalam kesempatan itu, Menteri juga menegaskan bahwa kehadiran Kopdes tidak akan mematikan warung-warung kecil yang sudah ada di desa. Justru sebaliknya, Kopdes diharapkan mampu memperkuat pelayanan dan distribusi kebutuhan masyarakat.

“Kopdes ini hadir untuk mengurangi kesenjangan, bukan mematikan usaha rakyat. Warung-warung tetap berjalan dan akan dilayani melalui sistem distribusi yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Kepala Desa Plosowahyu, Agus Susanto, menyambut positif kunjungan Menteri dan Wakil Menteri Desa tersebut. Menurut Agus, saat ini KDMP Plosowahyu telah teebangun 54�n telah bekerja sama bersinergi dengan Bumdes. 

“Untuk pengembangan ternak kambing dan ikan lele, ke depan bisa dianggarkan melalui Dana Desa 2026, apabila itu menjadi prioritas dan disepakati bersama,” jelasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.