Jumat, 19 Jun 2026 23:45 WIB

Puluhan SPPG di Tulungagung Ajukan SLHS, Baru Satu Yang Sudah Turun

  • Penulis :
  • | Selasa, 18 Nov 2025 10:58 WIB
Foto: Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Mulai 28 November, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung tidak lagi menerima proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) secara manual. Nantinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mengajukan proses SLHS melalui sistem OSS (Online Single Submission). Hingga saat ini baru ada 1 SPPG di Tulungagung yang telah mendapat SLHS. Yakni SPPG milik Polres Tulungagung di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, mengatakan pihaknya tidak akan lagi menerima proses pengajuan SLHS secara manual dari SPPG setelah tanggal 28 November 2025.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Setelah tanggal itu harus melalui OSS,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Dari total 59 SPPG yang beroperasi di Tulungagung saat ini, sebanyak 26 diantaranya sudah mengajukan proses SLHS ke Dinkes Kabupaten Tulungagung.

“Yang sudah lulus dan mendapat SLHS baru satu SPPG. Yakni, SPPG Polres Tulungagung,” tuturnya.

SPPG yang sudah mengajukan namun belum mendapat SLHS masih berproses. Sebagian sudah mendapat kunjungan dari Dinkes Kabupaten Tulungagung dan sebagian lainnya belum.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Yang sudah dikunjungi pun ada yang harus dicukupi. Seperti di antaranya terkait hasil pemeriksaan air serta hasil laboratorium. Masih belum memenuhi standar. Harus mengulang lagi,” paparnya.

Anna Sapti selanjutnya mengatakan jika SPPG yang saat ini pengajuan SLHS-nya sudah berproses di Dinkes Kabupaten Tulungagung dan belum memenuhi standar sampai akhir Desember 2025, maka SPPG yang bersangkutan harus mengulang pengajuannya melalui OSS.

“Jadi setelah tanggal 28 November belum mengajukan maka pengajuannya harus melalui OSS. Sedang yang sudah mengajukan ke kami dan belum memenuhi standar lami beri waktu sampai Desember untuk mememuhi. Jika sampai akhir Desember tidak memenuhi, maka mereka pun harus mengulang pengajuannya melalui OSS,” jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Banyak item yang harus dipenuhi SPPG saat proses mendapat SLHS. Namun, Dinkes Kabupaten Tulungagung tidak meminta semua item itu terpenuhi 100 persen.

“80 persen saja, kami sudah oke. Namun ada beberapa item yang harus betul-betul terpenuhi, semisal harus lulus uji lab. Itu tidak bisa ditawar. Selain harus pula memenuhi uji mutu yang ditentukan higienis sanitasi,” pungkasnya

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.