Kamis, 11 Jun 2026 16:33 WIB

Darurat Bullying! Sekolah Harus Bertindak Jadi Garda Depan!

Sekolah perlu memiliki satuan tugas (SATGAS) anti-perundungan yang aktif mengawasi perilaku dan relasi positif antar siswa. (Foto: Ilustrasi/freepik)
Sekolah perlu memiliki satuan tugas (SATGAS) anti-perundungan yang aktif mengawasi perilaku dan relasi positif antar siswa. (Foto: Ilustrasi/freepik)

jatimnow.com - Kasus perundungan atau bullying di Indonesia, khususnya di lingkungan pendidikan, menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Beberapa kasus yang terjadi di Bali pada tahun 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia masih dalam kondisi "Darurat Bullying."

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan lonjakan kasus perundungan yang signifikan. Pada tahun 2024, tercatat 573 kasus, meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun 2023 yang hanya 285 kasus.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Psikolog Klinis dan Konselor Anak dari Sekolah Cikal Amri Setu Jakarta Timur, Winny Suryania, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas peningkatan kasus perundungan ini.

"Saya sangat prihatin, sedih, dan khawatir dengan fenomena bullying yang semakin meningkat. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis yang sangat besar bagi anak-anak," ujarnya.

Untuk itu Winny Suryania menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai garda depan dalam pencegahan dan penanganan bullying. Sekolah harus aktif melakukan edukasi, sosialisasi, dan menggerakkan peer support di antara siswa.

"Sekolah dapat berperan menjadi garda depan dengan membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif, serta memberikan edukasi berkala mengenai bullying kepada seluruh komunitas sekolah," tegas Winny. Edukasi ini harus mencakup orang tua, murid, guru, staf, hingga vendor yang bekerja sama dengan sekolah.

Edukasi yang diberikan sejak awal kepada seluruh anggota komunitas sekolah dapat menjadi upaya preventif dan menyamakan visi serta misi perlindungan anak-anak.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Selain edukasi, Winny juga mengungkap perlunya penerapan aturan dan kebijakan yang tegas di sekolah. Bahkan, sekolah perlu memiliki satuan tugas (SATGAS) anti-perundungan yang aktif mengawasi perilaku dan relasi positif antar siswa.

"Sekolah juga perlu memiliki akses untuk menyediakan layanan konseling atau merujuk pada ahli untuk membantu pemulihan dan pendampingan komunitas sekolah," imbuhnya.

Dengan langkah-langkah preventif dan penanganan yang komprehensif, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, serta meminimalisir kasus perundungan di Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

 

 

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.