Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 18 Mei 2026 14:02 WIB
jatimnow.com - Kesenjangan akses teknologi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Indonesia memicu lahirnya inovasi edukasi baru. Mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan Kakarobot, sebuah alat peraga robotika tanpa layar yang dirancang khusus untuk sekolah dengan fasilitas digital terbatas.
Inovasi ramah anak tersebut memangkas ketergantungan pada gawai, sekaligus membuka ruang belajar teknologi yang setara bagi anak-anak di pelosok negeri.
Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter
Dua inovator di balik proyek tersebut adalah Danya Deluca selaku penemu sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Kakarobot, bersama rekannya Muhammad Azriel Rizqifadhiilah.
Ide dasar pengembangan alat peraga robotika tanpa layar bermula dari pengalaman pribadi Deluca yang sempat kesulitan memahami dunia robotika semasa kuliah strata satu.
Deluca menyadari tantangan yang ia hadapi di kampus bakal berlipat ganda jika dirasakan oleh anak-anak di daerah pelosok yang minim infrastruktur internet maupun perangkat komputer.
"Robot edukasi yang kami lengkapi sistem operasi internal mampu menjadi pintu masuk bagi anak-anak pelosok untuk mengenal teknologi secara langsung tanpa perlu memiliki gawai," ujar Deluca, penerima Beasiswa Indonesia Maju tersebut.
Prototipe Kakarobot yang dirancang oleh dua mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Elektro ITS. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Baca Juga: Asah Life Skill Siswa, Ponpes Safinda Surabaya Luncurkan Studio Podcast
Sistem pembelajaran Kakarobot sengaja dirancang untuk mengasah pola pikir komputasi serta kemampuan memecahkan masalah secara sistematis sejak dini. Melalui metode praktis, siswa di wilayah 3T diharapkan memiliki kesiapan mental yang matang saat menghadapi era disrupsi digital.
"Modal logika yang kuat akan membantu mereka bersaing di masa depan, bahkan ikut mendongkrak roda perekonomian di daerah asal mereka," tambahnya.
Kurikulum pembelajaran dikemas lewat pendekatan interaktif dan eksploratif. Teori-teori robotika yang rumit diubah menjadi aktivitas bermain yang menyenangkan, sehingga memicu rasa ingin tahu anak secara alami.
Langkah taktis tersebut dinilai efektif membangun ketangguhan generasi muda di daerah terpencil agar tidak sekadar menjadi penonton arus modernisasi.
Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional
Visi besar mengenai inklusi pendidikan teknologi membawa Kakarobot meraih prestasi internasional. Karya dua mahasiswa magister ITS sukses menyabet penghargaan tertinggi dalam ajang Hult Prize di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 10 Mei 2026.
Kemenangan tersebut mengantarkan Kakarobot sebagai wakil resmi Indonesia yang siap berlaga di panggung Hult Prize Global Final di Inggris.
Proyek robot edukasi tanpa layar turut mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, khususnya dalam mengikis angka kemiskinan, memeratakan pendidikan berkualitas, serta memangkas kesenjangan sosial antardaerah.
Editor : Ali Masduki