Kamis, 11 Jun 2026 05:19 WIB

Penantang Risma yang Diciduk KPK

Dokumentasi Pilwali 2010
Dokumentasi Pilwali 2010

jatimnow.com - Nama Fitra Djaja Purnama menghiasi media beberapa hari ini. Warga Surabaya ini adalah konsultan Lippo Group. Ia ikut ditangkap KPK terkait suap perizinan Meikarta.

Pria yang murah senyum ini diciduk di rumahnya, Surabaya dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Pemkab Bekasi.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Fitra Djaja dikenal sebagai seorang aktivis 98 yang cerdas dan vokal serta berani. Saat pelengseran Soeharto, dia juga turun ke jalan memimpin aksi.

Ketika masih mahasiswa ITS, bersama aktivis yang lainnya aktif menggelar diskusi di FKMS, Klampis. Tahun 2010, Fitra yang ngomongnya ceplas-ceplos ini memilih ikut berebut kursi wali kota Surabaya.

Tertangkapnya Fitra ini tentu mengundang keprihatinan sesama aktivis 98. "Prihatin," kata Muhaji, aktivis 98 asal Surabaya , Selasa (16/10/2018).

Menggandeng Naen Soeryono, Fitra nekat mencalonkan wali kota Surabaya dari jalur independen. Dia membentuk Konsolidasi Arek Suroboyo (KAS) untuk memenangkannya. Saat itu, salah satu program unggulannya adalah 'Satu Kelurahan Satu Pasar'.

Di Pilwali Surabaya, Fitra-Naen yang mendapat nomor urut 5 harus bekerja keras menghadapi empat rivalnya yang saat itu bisa dibilang 'gajah-gajah' alias kuat.

Ada Sutadi, Fandi Utomo kemudian Arif Afandi yang diusung Partai Demokrat berpasangan dengan Adies Kadir dari Golkar. Arif Afandi saat itu adalah wakil wali kota yang pada Pilwali 2005 maju mendampingi politisi PDIP Bambang DH.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Mereka pecah kongsi! Bambang DH memilih maju bersama Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Tri Rismaharini.

Namun, Bambang DH diusung PDIP sebagai calon wakil wali kota. Sebab ia sudah dua periode menjadi wali kota. Ia pun rela dengan alasan petugas partai harus siap ditempatkan di manapun.

Dan, Tri Rismaharini-Bambang DH unggul di Pilwali Surabaya dengan perolehan 367.472 suara atau 40,9 persen.

Sebaliknya, Fitra harus puas memperoleh 45.459 suara atau 5 persen suara. Dan, Fitra terlempar dari panggung politik mulai saat itu.

Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Tulungagung Divonis Bersalah

Publik tidak lagi mendengar aktivitas politik dari pelopor gerakan Arek Suroboyo Pro Reformasi atau ASPR pada 1998 ini.

Nama dia kembali muncul dengn tertangkapnya bersama 9 orang. KPK juga mengamankan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin dan sederet anak buahnya pada OTT kasus dugaan suap perizinan Meikarta.

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.