Jumat, 19 Jun 2026 16:25 WIB

Nasib SPPG yang Kirim MBG ke SMPN 1 Boyolangu Ditentukan BGN

SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti yang menjadi pemasok MBG SMPN 1 Boyolangu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti yang menjadi pemasok MBG SMPN 1 Boyolangu Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung fokus untuk melakukan penanganan terhadap korban keracunan menu MBG di SMPN 1 Boyolangu. Mereka menyiagakan sejumlah Puskesmas dan dua rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi korban. Sementara nasih SPPG akan ditentunkan oleh BGN.

Berdasarkan data terakhir terdapat 62 siswa di sekolah tersebut yang mengalami gejala keracunan. Sebanyak empat siswa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi ringan. Kondisi mereka kini dikabarkan berangsur membaik.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro menegaskan pihaknya kini fokus untuk melakukan penanganan terhadap korban keracunan. Puskesmas di sekitar wilayah Boyolangu diminta untuk ikut memantau jika terdapat korban keracunan lain di wilayahnya. Mereka juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang sudah dikirim.

“Nanti kita lihat dulu bagaimana, yang jelas fokus kami saat ini penanganan terhadap korban," ujarnya, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Saat disinggung mengenai status SPPG Yayasan Gusti Maringi Mukti yang menjadi pemasok MBG tersebut, Johanes enggan menjelaskan lebih rinci. Menurutnya yang berhak menjawab adalah pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Selama ini SPPG bertangungjawab ke BGN. Nantinya BGN yang akan memutuskan kelanjutan SPPG tersebut.

"Kami selaku Satgas hanya membantu percepatan proses MBG di Tulungagung, sedangkan SPPG itu menjadi wewenangnya BGN," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Saat ini terdapat 39 SPPG yang sudah beroperasi. Untuk memenuhi kebutuhan MBG, diperlukan sekitar 90 SPPG. Saat ini pihak Satgas mendorong setiap SPPG untuk segera mengurus Serifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS). Mereka sudah menggelar sejumlah pelatihan guna keperluan mengurus SHLS tersebut. Ditargetkan pengurusan SLHS bisa rampung bulan ini.

“Sudah ada sekitar 39 SPPG yang sudah beroperasi melayani masyarakat," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.