Jumat, 19 Jun 2026 16:54 WIB

Gita Orlin Padukan Batik Surabaya dan Glamour 1920-an di IN2MF 2025

Paduan elegan Batik Surabaya dan sentuhan glamour era 1920-an dalam koleksi "Culture Highclere" karya Gita Orlin. (Foto/Koleksi @gitaorlin)
Paduan elegan Batik Surabaya dan sentuhan glamour era 1920-an dalam koleksi "Culture Highclere" karya Gita Orlin. (Foto/Koleksi @gitaorlin)

jatimnow.com – Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2025 akan menjadi saksi kolaborasi apik antara warisan budaya dan tren global. Desainer Gita Orlin siap memukau dengan koleksi "Culture Highclere", yang memadukan keanggunan Batik Surabaya dengan pesona glamour era 1920-an.

Terinspirasi dari kekayaan motif Batik Surabaya seperti Bunga Bungur, Mangrove, dan Abhiboyo, Gita Orlin meramu koleksi ini dengan material-material mewah seperti velvet, lace santyli, chiffon silk, organza silk, dan cotton silk. Sentuhan tekstur dan kilau yang berbeda menciptakan dimensi visual yang memikat.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Siluet mermaid, full klok, loose dress, blazer, outer, inner, blouse, hingga palazzo hadir dalam harmoni yang dinamis. Sentuhan detail handmade embroidery, payet, dan Swarovski memberikan kesan mewah dan eksklusif. Lengan puffy dan frill dengan detail unik menjadi ciri khas desain Gita Orlin yang selalu menonjolkan sisi feminin.

Foto koleksi Gita OrlinFoto koleksi Gita Orlin

Mengapa 'Culture Highclere'? Gita Orlin terinspirasi dari kemegahan kastil Highclere dalam film Downton Abbey dan gaya busana era Gatsby yang ikonik.

"Gaya 1920-an itu klasik dan glamour, sangat sesuai dengan karakter desain saya. Saya ingin Batik Surabaya bisa tampil stylish dan relevan di panggung mode internasional," jelasnya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Kolaborasi apik terjalin antara Gita Orlin dan Dekranasda Kota Surabaya, dengan dukungan penuh dari Ketua Dekranasda, Rini Eri Cahyadi.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemkot Surabaya. Ibu Rini memiliki visi yang sama dengan kami, yaitu menjadikan Batik Surabaya sebagai ikon fashion yang mendunia," ungkap Gita Orlin.

Partisipasi Gita Orlin di IN2MF 2025 kali ini adalah yang keempat. "IN2MF adalah event berkelas internasional yang didukung oleh Bank Indonesia. Saya berharap brand Gita Orlin semakin dikenal luas, dan Batik Surabaya bisa go global," pungkasnya.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Dengan "Culture Highclere", Gita Orlin ingin menyampaikan pesan tentang kebanggaan terhadap Wastra Nusantara dan mendukung UMKM lokal.

"Memakai Batik Surabaya bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuat wanita tampil fashionable, elegan, dan percaya diri," tutupnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.