Sabtu, 13 Jun 2026 10:16 WIB

Tim SAR Kerahkan Crane di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Tim SAR gabungan mulai menggunakan alat berat berupa crane pada Kamis (2/10/2025). (Foto/Basarnas Surabaya)
Tim SAR gabungan mulai menggunakan alat berat berupa crane pada Kamis (2/10/2025). (Foto/Basarnas Surabaya)

jatimnow.com - Memasuki hari keempat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, tim SAR gabungan mulai menggunakan alat berat berupa crane pada Kamis (2/10/2025). Langkah ini diambil setelah serangkaian asesmen yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyatakan bahwa keputusan penggunaan crane diambil setelah melalui proses asesmen tiga fase yang dilakukan pada Rabu (1/10/2025) malam.

"Setelah melakukan pengecekan tanda-tanda kehidupan, penggunaan search camera, dan wall scan suffer 400, tidak ditemukan indikasi adanya korban yang selamat di area reruntuhan," ujar Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo.

Menurut keterangan resmi, fase pertama asesmen meliputi pengecekan tanda-tanda kehidupan di tiga titik lokasi (Site A1, A2, dan A3) dengan memanggil korban secara bergantian.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Fase kedua melibatkan penggunaan search camera yang mampu menjangkau celah hingga kedalaman lima meter.

Fase ketiga menggunakan wall scan suffer 400 untuk mendeteksi keberadaan orang di balik reruntuhan dinding beton.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Tim SAR juga menggunakan multi search seismic scanner untuk menangkap getaran dan suara kecil dari dalam reruntuhan.

Selama proses asesmen, area lokasi reruntuhan ponpes ambruk disterilkan untuk menghindari gangguan suara yang dapat memengaruhi hasil deteksi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan drone thermal untuk memperluas pencarian dari udara.

Secara paralel, tim SAR gabungan memasang shoring atau penyangga di titik-titik rawan untuk menjaga kestabilan reruntuhan selama proses pembersihan.

Operasi SAR pencarian santri ponpes Sidoarjo ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Surabaya, BSG, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Prov Jatim, unsur TNI dan POLRI, BPBD kab Sidoarjo, BPBD kota Surabaya, BPBD kab Jombang, PMI, DAMKAR kab Sidoarjo, DAMKAR kota Surabaya, PT Gun, PT Freeport Indonesia, lPT Bumi Suksesindo, BDRT, TSA Gerpik, SAR MTA, Banser Sidoarjo, DMC, Hujung Galuh Rescue, Kanjuruhan Rescue, IOF Rescue, Rescue 79, Sarnatra, Siaga Kota Surabaya, BAZNAS, LPBI NU, SDI, SAR FKAM, dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.