Rabu, 22 Jul 2026 06:22 WIB

Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 24 Mei 2026 23:45 WIB
Lomba pioneering di Ponpes Nurul Jadid melatih kerja sama, kepemimpinan, dan keterampilan praktis ratusan santri. (Foto: Ponpes Nurul Jadid for jatimnow.com)
Lomba pioneering di Ponpes Nurul Jadid melatih kerja sama, kepemimpinan, dan keterampilan praktis ratusan santri. (Foto: Ponpes Nurul Jadid for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid mengikuti lomba pioneering atau tali-temali di lapangan utama pesantren, Paiton, Probolinggo. Kegiatan tersebut menjadi sarana melatih ketangkasan, kerja sama tim, hingga kemampuan berpikir cepat dalam kondisi terbatas.

Ajang yang masuk dalam rangkaian ekstrakurikuler kepramukaan dan kepanduan itu berlangsung meriah. Setiap regu berlomba mendirikan bangunan mini berbahan tongkat bambu dan tali dengan teknik simpul yang tepat dalam waktu singkat.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid mengatakan, kegiatan lapangan semacam itu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter santri.

Pesantren ingin mencetak generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki kemandirian, disiplin, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi.

“Melalui kegiatan kepanduan, santri belajar bertanggung jawab, melatih kepemimpinan, dan membangun solidaritas antarteman,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan pioneering juga mengajarkan cara memanfaatkan alat sederhana menjadi struktur yang fungsional. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk melatih motorik, logika ruang, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kompetisi berlangsung sengit namun tetap hangat. Para peserta tampak membagi tugas secara teratur. Sebagian memegang kerangka utama, sementara anggota lain fokus mengikat simpul agar bangunan berdiri kokoh.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Dengan seragam putih-biru dan peci hitam khas santri Nurul Jadid, para peserta terlihat sigap menyusun menara pandang hingga tiang bendera kreatif. Kekompakan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tantangan.

Penilaian lomba tidak hanya berdasarkan kecepatan. Dewan juri juga memperhatikan ketepatan simpul, kekuatan konstruksi, estetika bangunan, serta komunikasi antaranggota regu selama proses pengerjaan.

Ketua panitia pelaksana menyebut lomba pioneering selalu menjadi agenda yang ditunggu para santri. Selain menghadirkan tantangan, kegiatan tersebut juga mengandung makna kebersamaan dan persatuan.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

“Filosofi simpul dalam pioneering menggambarkan kuatnya persaudaraan antar-santri. Itu yang ingin terus dibangun di lingkungan pesantren,” katanya.

Para peserta mengaku antusias mengikuti perlombaan hingga selesai. Tantangan terbesar, menurut mereka, adalah menjaga fokus saat memasang tali agar tidak longgar sekaligus menyamakan strategi di tengah keterbatasan waktu.

Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang serta evaluasi teknik dari para pembina pramuka. Melalui lomba tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi santri secara menyeluruh, baik akademik, karakter, maupun keterampilan praktis.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.