Jumat, 19 Jun 2026 10:08 WIB

Tim SAR Asesmen Ulang, Tentukan Strategi Evakuasi Korban Ponpes Al Khoziny

  • Penulis :
  • | Kamis, 02 Okt 2025 13:30 WIB
Kondisi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: BPBD Jatim/jatimnow.com)
Kondisi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: BPBD Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim SAR gabungan melakukan asesmen ulang terhadap satu dari enam orang yang sebelumnya diketahui dalam kondisi hidup di balik reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin (29/9/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangannya menyampaikan, apabila memang masih ditemukan tanda-tanda kehidupan, maka tim akan memaksimalkan pencarian dengan langkah-langkah yang harus diperhitungkan secara matang.

Baca Juga: Tim DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Sebab, lokasi korban yang terakhir ini terdeteksi berada di posisi yang cukup sulit dan menantang.

“Selain keahlian tentunya juga dibutuhkan strategi khusus agar korban maupun tim yang bertugas semuanya dapat selamat dalam operasi ini,” katanya, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: Polisi Tetapkan Bangunan Al Khoziny dalam Status Quo, Masih Berbahaya

Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Sebab, struktur bangunan yang runtuh sangat labil terhadap guncangan. Apabila dipaksakan, dikhawatirkan justru mengancam nyawa.

Selanjutnya, apabila tidak lagi ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan, maka BNPB bersama Basarnas dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan mengajak keluarga korban untuk kembali bermusyawarah dan memohon kesediaan dari segala keadaan yang ada.

Baca Juga: Polda Jatim Pastikan Penyelidikan Kasus Ponpes Al Khoziny Berbasis Keilmuan

“Harapannya, babak baru dalam operasi SAR menggunakan alat berat dapat segera dilaksanakan guna mengangkat seluruh korban dengan berbagai kondisi,” tambahnya.

Data sementara yang dimutakhirkan per Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan. Angka tersebut diperoleh dari daftar absensi yang dirilis oleh pihak pondok pesantren, termasuk dari laporan kehilangan pihak keluarga korban. Adapun dinamika data yang berubah disebabkan dari berbagai hal, seperti nama-nama yang sebenarnya selamat atau tidak berada di tempat kejadian perkara saat insiden terjadi tidak melaporkan diri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.