Jumat, 19 Jun 2026 03:26 WIB

Polisi Tetapkan Bangunan Al Khoziny dalam Status Quo, Masih Berbahaya

  • Penulis :
  • | Rabu, 15 Okt 2025 20:20 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat menyampaikan perkembangan kasus Al Khoziny. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat menyampaikan perkembangan kasus Al Khoziny. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi untuk mendalami penyebab insiden yang menelan korban jiwa tersebut.

“Ya, ini masih pemeriksaan awal. Ada beberapa saksi yang sedang kita panggil. Setelah itu, baru para penyidik akan melaporkan progresnya kepada saya. Jadi, nanti kami akan mengupdate mengenai kelanjutannya,” ujar Irjen Nanang, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kapolda Jatim menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen sementara setelah proses pembongkaran reruntuhan selesai, kondisi beberapa bangunan di kompleks pesantren dinilai berpotensi membahayakan jika tetap digunakan.

“Kita melihat bahwa gedung-gedung itu membahayakan kalau dipakai. Kami tidak ingin ada korban berikutnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Karena itu, pihak kepolisian menetapkan status quo terhadap bangunan yang terdampak, sambil menunggu hasil penyidikan dan rekomendasi teknis dari pihak berwenang.

“Sementara ini status quo. Kami juga bekerja sama dengan pemda setempat untuk mengalokasikan ke mana para santri bisa melanjutkan aktivitas,” tegasnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Meski demikian, Irjen Nanang menegaskan bahwa aktivitas pendidikan santri harus tetap berjalan meskipun terjadi musibah tersebut. Ia menekankan pentingnya kelanjutan proses belajar mengajar agar kurikulum pesantren tidak terhenti.

“Bagaimanapun juga, dengan kejadian ini jangan sampai aktivitas pendidikan terhenti. Harus tetap dilanjutkan, karena ini berkaitan dengan progres perencanaan dan kurikulum pesantren. Dan hal ini akan difasilitasi oleh pemda,” pungkas Kapolda Jatim.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.