Kamis, 18 Jun 2026 01:20 WIB

Demo Tolak Tambang Migas, Nelayan Kangean Kejar Kapal Diduga Milik PT KEI

  • Penulis :
  • | Rabu, 17 Sep 2025 21:50 WIB
Aksi demo nelayan Kangean. (Tangkapan layar video SNK)
Aksi demo nelayan Kangean. (Tangkapan layar video SNK)

jatimnow.com – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Serikat Nelayan Kepulauan Kangean (SNK)kembali menggelar aksi penolakan terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi migas di perairan Kangean Barat, Selasa (16/9/2025).

Sekitar 300 massa dengan 55 perahu melakukan aksi demonstrasi di laut sejak pukul 07.00 WIB. Aksi tersebut sempat diwarnai pengejaran dan pengepungan kapal diduga milik PT Kangean Energy Indonesia (KEI) yang mencoba menghindar dari massa aksi.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

“Kami datang dengan 55 perahu dari berbagai wilayah: 28 perahu dari Kangean Utara, 7 dari Pulau Mamburet, 10 dari Kangean Timur, dan 10 dari Kangean Selatan. Saat kapal PT KEI melihat kami, mereka langsung kabur. Kami kejar hingga 14 mil ke barat Pulau Komerean. Kapal itu akhirnya terkepung, namun terus melaju ke laut lepas hingga ombak besar memaksa kami menghentikan pengejaran,” ujar koordinator lapangan aksi, Ahmad Yani, Rabu (17/9/2025).

Menurut Yani, aksi ini merupakan kelanjutan dari penolakan warga terhadap pertambangan migas di Kangean Barat. Alasannya, eksplorasi migas berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam kehidupan masyarakat.

“Pengeboran migas bila terjadi, bukan hanya lautan kita yang terancam, daratan kita juga terancam, yang mengakibatkan kehidupan warga juga akan terancam, itu karena dampak dari pengeboran menyebabkan masalah, baik itu soal pencemaran limbah kimia, yang berbahaya bagi eksositem laut, selain itu yang pasti suhu air laut jadi meningkat, dan ini menyebabkan pemutihan karang yang ada, dan tentu berimplikasi pada mengurangnya penghasilan nelayan lokal,” keluh Yani

“Belum lagi soal tumpahan minyak nantinya, karena kalau ini terjadi maka, semua yang ada dilaut itu mati, ini yang perlu kita ketahui bersama,” tambahnya.

Ia menjelaskan, proses pengeboran migas diawali survei geofisika dengan teknologi seismik, dilanjutkan pengeboran sumur hingga pengangkutan hasil migas. Setiap tahap membawa risiko besar terhadap lingkungan laut.

“Kita harus tau, bahwa Pulau Kangean ini tidak terlalu luas, kalaulah diambil perut buminy, maka bumi Kangean bisa turun dan tenggelam,” tutupnya.

Tuntutan Nelayan Kangean

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

1. Menghentikan rencana tambang migas di laut maupun darat Kepulauan Kangean.

2. Melindungi lingkungan dan hak-hak masyarakat setempat.

3. Meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan tambang.

4. Mendesak Syahbandar Kangean tidak memberikan izin bagi kapal survei seismik 3D berlabuh di perairan Kangean.

Baca Juga: Gerakan Mom Uung Sentuh Ibu Menyusui di Pulau Kangean

5. Menuntut perusahaan bertanggung jawab terhadap perubahan kondisi sosial masyarakat Kangean.

6. Mendesak Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sumenep menghentikan dan memerintahkan kapal survei seismik 3D angkat kaki dari perairan Kangean.

7. Mendorong Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengawasi dan mengaudit PT KEI terkait rencana produksi migas di Pulau Kangean.

8. Menuntut pemerintah mendengarkan suara rakyat dan melindungi kepentingan masyarakat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.