Jumat, 19 Jun 2026 01:30 WIB

600 Tenaga Honorer di Tulungagung Tidak Diusulkan PPPK Paruh Waktu, Ini Sebabnya

  • Penulis :
  • | Rabu, 03 Sep 2025 13:39 WIB
Foto: Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung telah mengusulkan Pegawai Pemerintah dengan Perpanjangan Kontrak (PPPK) Paruh Waktu. Mereka yang diusulkan ini merupakan tenaga honorer yang sudah memenuhi kriteria. Nantinya mereka akan mendapat Nomor Induk Pegawai (NIP) Paruh Waktu. Namun besaran honor yang mereka terima tetap sama tidak ada perubahan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan total terdapat 5.465 tenaga honorer yang masuk dalam kriteria PPPK Paruh Waktu. Namun pihak Pemkab hanya mengusulkan sebanyak 5.433 orang saja. Sebanyak 32 tenaga honorer tidak diusulkan karena beberapa hal. Diantaranya ada yang sudah mengundurkan diri dan meninggal dunia.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ada 32 yang tidak kami usulkan karena sudah mengundurkan diri sebagai tenaga honorer dan meninggal dunia," ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Nantinya mereka yang diusulkan ini akan mendapatkan NIP Paruh Waktu. Meskipun berstatus sebagai PPPK Paruh Waktu, namun besaran honorer yang diterima tidak berubah. Mereka akan mendapat honor yang sama dengan saat ini.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Besaran honornya tetap sama tidak ada kenaikan karena statusnya paruh waktu," tuturnya.

Meskipun sudah diusulkan, namun masih terdapat ratusan tenaga honorer di lingkup Pemkab Tulungagung. Total terdapat 600 tenaga honorer yang tidak bisa diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu. Hal ini dikarenakan masa kerja kurang dari dua tahun. Pihak Pemkab sendiri masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait kondisi tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Masih menunggu putusan. Dilihat dulu, apakah nanti ada ketentuan lain. Jadi menunggu putusan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.