Selasa, 16 Jun 2026 02:49 WIB

Warga Mojokerto Temukan Benda Sejenis Sarkofagus di Persawahan

Benda Sejenis Sarkofagus yang diduga peninggalan sejarah.
Benda Sejenis Sarkofagus yang diduga peninggalan sejarah.

jatimnow.com - Warga Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto kembali menemukan benda-benda yang diduga peninggalan sejarah. Kali ini, warga menemukan benda dari batu yang mirip sarkofagus.

Kepala Desa Belahan Tengah Senedi mengatakan, warga menemukan benda dari batu sejenis sarkofagus ini di area persawahan warga, tepatnya di belakang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Belahan Tengah, Senin, (8/10/2018).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

“Benda itu awalnya hanya kelihatan batu kecil, warga yang tahu akhirnya penasaran, lalu digali sedikit. Setelah diangkat kok bentuknya seperti lesung gitu,” kata Senedi, Jumat (12/10/2018).

Benda tersebut kemudian disimpan warga di punden yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penemuan. “Sudah kami simpan, nanti nunggu BPCB agar dicek dulu,” katanya.

Senedi menambahkan, sebelum menemukan benda sejenis sarkofagus itu, warga Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah sempat menemukan batu bata kuno dan dinding batu bata kuno setinggi dua meter.

Baca Juga: Sandang Status Tersangka, Kades di Probolinggo Masih Hirup Udara Bebas

“Sekitar sebulan lalu, warga juga menemukan batu bata kuno di sini. Warga juga menemukan dinding batu bata kuno setinggi dua meter. Ada juga potongan tulang dan pecahan guci serta kendi,” jelasnya.

Temuan-temuan itu, lanjut Senedi, saat ini sudah dilaporkan ke BPCB Jawa Timur. Petugas dari BPCB Jawa Timur sudah beberapa kali mendatangi lokasi penemuan dan melakukan pengecekan lokasi.

“Sudah dicek, perkiraannya kalau dilihat dari struktur batu batanya, identik dengan batu bata peninggalan Kerajaan Majapahit seperti yang ada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto,” tambahnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Saat ini, pihak BPCB meminta agar warga setempat menjaga situs-situs tersebut hingga hasil identifikasi BPCB rampung. Setelah itu, baru dilakukan eksplore situs lebih lanjut oleh tim arkeolog BPCB Jatim.

“Kami berupaya menjaga temuan-temuan di desa kami. Sampai saat ini, setiap sore banyak warga yang ingin tahu temuan benda-benda peninggalan sejarah ini, sehingga banyak pengunjung setiap sore,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.