Kamis, 11 Jun 2026 08:51 WIB

Umroh Mandiri, Aspirasi Umat atau Agenda Tersembunyi?

Jamah umroh saat berada di Bandar Undara Internasional Juanda, beberapa waktu lalu. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Jamah umroh saat berada di Bandar Undara Internasional Juanda, beberapa waktu lalu. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com - Wacana umroh mandiri yang tengah bergulir di Senayan menuai polemik. Ketua Litbang DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Ulul Albab, mempertanyakan urgensi dan motif di balik ide tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Ulul Albab menyoroti bahwa perjalanan umroh bukan sekadar membeli tiket ke Jeddah. Ada sejumlah aspek krusial yang perlu diperhatikan, seperti pengurusan visa, aturan kesehatan, koordinasi transportasi dan akomodasi, serta potensi masalah darurat.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Tanpa penyelenggara resmi, jamaah ibarat turis sendirian di gurun tanpa peta, tanpa kompas, dan tanpa siapa pun yang bertanggung jawab kalau mereka tersesat," ujarnya.

Ulul Albab juga menekankan peran penting Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) selama ini.

Menurutnya, PPIU bukan hanya biro perjalanan, melainkan juga "pagar dan penjaga gawang" yang diawasi negara, memiliki jaringan resmi, dan memahami seluk-beluk lapangan.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

"Melegalkan umroh mandiri sama saja dengan membongkar pagar itu, dan berharap tidak ada serigala yang masuk. Yakin?" tanyanya retoris.

Lebih lanjut, Ulul Albab mempertanyakan dari mana aspirasi umroh mandiri ini berasal. Pasalnya, tidak ada desakan publik yang signifikan terkait isu ini. Sebaliknya, pelaku resmi yang telah puluhan tahun mengurus jamaah justru menolak.

"Jadi, kalau bukan dari masyarakat, dari mana dorongan ini datang? Patut dicurigai ini agenda siapa?" tegasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Ulul Albab juga mengingatkan para wakil rakyat di Senayan akan potensi konsekuensi jika wacana ini disahkan.

"Kalau pasal ini lolos, lalu suatu hari ada jamaah umroh mandiri yang ditipu habis-habisan, terlantar di Makkah, atau bahkan tidak bisa pulang, rakyat tidak akan repot-repot mencari siapa penipu itu. Mereka akan langsung menunjuk DPR RI dan pemerintah, karena Anda yang membuka pintunya," ujarnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.