Sabtu, 13 Jun 2026 03:08 WIB

Viral Bendera Jolly Roger, Alissa Wahid: Cuma Bendera One Piece, Gitu Aja Kok Repot!

  • Penulis :
  • | Selasa, 05 Agu 2025 20:00 WIB
Alissa saat ditemui di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (5/8/2025). (Foto: Fatkur Rizki/jatimnow.com)
Alissa saat ditemui di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (5/8/2025). (Foto: Fatkur Rizki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya kibaran bendera Jolly Roger, seperti dalam serial anime One Piece menjelang HUT ke-80 RI, ramai jadi perbincangan di jagat media sosial.

Direktur Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Wahid turut mengomentari fenomena itu. Menurutnya aksi pengibaran bendera Jolly Roger dari anime One Piece tersebut, sebagai bentuk ekspresi kreatif anak muda yang tidak perlu ditanggapi secara represif.

Baca Juga: Akademisi UIN KHAS Jember Nilai Bendera One Piece Bentuk Perlawanan Gen Z

“Kalau ditanya ke Gus Dur, mungkin jawabnya: ‘Oh gitu aja kok repot’. Yang penting tetap 10 cm di bawah bendera Merah Putih,” ujar Alissa saat ditemui di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (5/8/2025).

Ia menilai, pengibaran bendera fiksi semacam ini tidak bisa disamakan dengan upaya memecah belah bangsa. 

“Kalau NU yang ngibarin itu baru bahaya, karena punya infrastruktur, pesantren, pengajian. Tapi ini cuma bendera aja kok, takut banget,” tegas putri sulung Presiden ke-4 RI itu.

Alissa berpendapat bahwa pemerintah seharusnya menanggapi fenomena ini dengan membuka ruang dialog, bukan dengan pendekatan represif. Ia menyayangkan tindakan penghapusan gambar One Piece di ruang publik serta pernyataan aparat yang terkesan mengarah pada upaya kriminalisasi.

“Tidak perlu bereaksi secara berlebihan. Hanya dengan membawa bendera, mana mungkin mereka melakukan pemberontakan? Ini justru bentuk ekspresi kreatif yang menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki sikap kritis,” ujarnya.

Ia mengingatkan, dalam negara demokrasi, suara rakyat adalah hal yang harus dijaga, bukan dibungkam. 

Baca Juga: Ramai Bendera One Piece Berkibar, Pakar Unair: Jangan Represi Kebebasan Berekspr

“Kalau rakyatnya gak bersuara, itu justru bahaya. Bisa jadi karena apatis, atau karena dipaksa diam. Dua-duanya masalah besar,” ujarnya.

Menanggapi pendapat bahwa aksi tersebut layak mendapat sanksi hukum, Alissa menyebut itu sebagai reaksi yang berlebihan. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi.

“Kalau hanya sekadar menghapus gambar, itu bisa dimaklumi sebagai bagian dari tugas pemerintah menjaga ketertiban. Tapi jika sudah ada tindakan represif seperti penangkapan, itu sudah melampaui batas,” tandasnya.

Alissa bahkan mengusulkan agar pemerintah membuka ruang diskusi dengan para pelaku aksi bendera One Piece. Supaya pemerintah bisa mendengarkan suara dari mereka yang mengibarkan bendera tersebut.

Baca Juga: Bendera One Piece Trending, Politisi PDIP Jember: Kita Lihat Sisi Positifnya

Ia mengingatkan kembali pada ajaran Gus Dur. Dimana akhir-akhir ini bangsa kita beberapa pemimpin tidak bisa membedakan antara kepemimpinan dengan kekuasaan.

"Dikira kalau punya kekuasaan Itu berarti bisa memimpin, padahal belum tentu," pungkasnya.

Reporter: Fatkur Rizki

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.