Selasa, 16 Jun 2026 05:53 WIB

ECOTON Edukasi Bahaya Mikroplastik pada Anak di Hari Anak Nasional 2025

ECOTON menghadirkan sesi mikroskopi interaktif dan pengambilan sampel swab kulit tangan anak-anak untuk menunjukkan keberadaan mikroplastik yang menempel akibat aktivitas sehari-hari.  Foto: Ecoton for JatimNow.com
ECOTON menghadirkan sesi mikroskopi interaktif dan pengambilan sampel swab kulit tangan anak-anak untuk menunjukkan keberadaan mikroplastik yang menempel akibat aktivitas sehari-hari. Foto: Ecoton for JatimNow.com

jatimnow.com -  Yayasan ECOTON menggelar edukasi bahaya mikroplastik pada anak. Kegitan yang dihelat bareng Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Wahana Visi Indonesia, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini guna memperingati Hari Anak Nasional 2025.

Acara yang mengangkat tema “Listen to the Future, Grow Up, and Show Up!”  ini menyoroti pentingnya melindungi anak-anak dari ancaman mikroplastik yang semakin meluas.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa di masa depan," tegas Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Airlangga, Prof Mochammad Amin Alamsjah. Oleh karena itu, edukasi tentang bahaya mikroplastik sejak dini sangatlah krusial.

ECOTON menghadirkan sesi mikroskopi interaktif dan pengambilan sampel swab kulit tangan anak-anak untuk menunjukkan keberadaan mikroplastik yang menempel akibat aktivitas sehari-hari. 

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Demonstrasi ini juga menyoroti risiko paparan mikroplastik dari jajanan yang dikemas dalam plastik botol PET, plastik fleksibel, dan sedotan, yang melepaskan partikel dan zat adiktif berbahaya saat dipanaskan.

Untuk memberdayakan generasi muda, ECOTON meluncurkan program Microplastics Hunter, mengajak pelajar SD-SMA berperan sebagai “detektif lingkungan” untuk mengambil sampel air, debu, dan sisa jajanan, kemudian mengidentifikasi mikroplastik dengan mikroskop. 

Selain itu, program SEKO (Sekolah Ekologis) inisiatif AZWI (Aliansi Zero Waste Indonesia) yang dijalankan ECOTON mendorong sekolah mitra menerapkan pemilahan sampah, pembuatan kompos, kantin sehat, dan detektif sungai.

Pameran edukatif Human Plastic menampilkan replika transparan bayi dengan partikel mikroplastik pada organnya, poster ilmiah interaktif berisi data mikroplastik dalam darah, urin, cairan ketuban, ASI, dan mekonium. 

Simulasi partikel tiruan juga membantu pengunjung memahami skala dan bahaya mikroplastik. 

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Hasil penelitian ECOTON bersama Komunitas MARAPAIMA menunjukkan temuan mengejutkan: 76 partikel mikroplastik dalam darah (26 sampel), 117 partikel dalam cairan amnion (11 sampel), dan 52 partikel dalam urin ibu hamil. 

Bayi diperkirakan menelan 660.000 partikel mikroplastik per tahun dari botol sekali pakai, berpotensi menyebabkan kerusakan sel, stres oksidatif, gangguan hormon, dan kerusakan DNA janin.

Partisipasi ECOTON bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari dan pentingnya perlindungan anak dari paparan plastik sejak dini. 

Salah satu anak peserta, Rere (kelas 1 SD), mengaku terkesan sekaligus agak takut.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

"Ini pertama kalinya belajar tentang kotoran dan mikroplastik. Tapi, senang juga karena bisa mengetahui dan belajar apa itu mikroplastik," ungkapnya.

Pernyataan Rere ini menggambarkan pentingnya edukasi yang tepat dan menarik bagi anak-anak.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.