Kamis, 23 Jul 2026 13:01 WIB

Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Warga Kampung SIBA KLASIK Gresik gotong royong menyiapkan daging kurban untuk dibagikan. (Foto: Toni for jatimnow.com)
Warga Kampung SIBA KLASIK Gresik gotong royong menyiapkan daging kurban untuk dibagikan. (Foto: Toni for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perayaan Idul Adha di RT 02/RW 05 Kampung SIBA KLASIK, Kelurahan Sidokumpul, Kabupaten Gresik, berlangsung berbeda tahun ini. Warga membagikan daging kurban tanpa kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan wadah guna ulang milik masing-masing penerima.

Sejak pagi, warga berdatangan ke area musala sambil membawa ember, baskom, rantang hingga kotak makanan dari rumah. Seluruh wadah telah didata panitia sebelumnya agar distribusi daging berjalan tertib.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Ketua RT 02, Saifudin Efendi, mengatakan kesepakatan penggunaan wadah guna ulang lahir dari musyawarah warga menjelang Idul Adha. Persoalan sampah plastik setiap musim kurban menjadi perhatian utama warga kampung.

“Setiap tahun plastik menumpuk setelah pembagian daging. Tahun ini warga sepakat mengganti dengan wadah guna ulang supaya lingkungan tetap bersih,” ujar Ipung, sapaan akrab Saifudin, Rabu (27/5/2026).

Panitia tidak menyediakan kantong plastik di area penyembelihan. Warga penerima diwajibkan membawa wadah sendiri sesuai pendataan yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Ketua Takmir Langgar Maslakul Inayah, Ahmad Efendi, menyebut konsep tersebut lahir dari kesadaran warga menjaga lingkungan kampung sekaligus mengurangi limbah saat pelaksanaan kurban.

“Kami ingin tradisi kurban tetap berjalan dengan lingkungan yang terjaga. Warga juga lebih disiplin karena membawa wadah sendiri dari rumah,” katanya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Tak hanya mengurangi plastik, panitia juga memisahkan limbah organik dan nonorganik selama proses penyembelihan. Daun, sisa pakan ternak, serta limbah organik hasil kurban dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos.

Remaja musala, karang taruna, dan kelompok ibu-ibu dilibatkan dalam pengelolaan limbah hingga pembersihan area pembagian daging. Peralatan yang digunakan langsung dicuci agar dapat dipakai kembali.

Sistem distribusi daging dilakukan bergiliran untuk menghindari antrean panjang di sekitar musala. Karang taruna turut membantu mengatur arus warga selama pembagian berlangsung.

Warga mengaku pola pembagian daging tanpa plastik membuat lingkungan kampung lebih bersih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak terlihat tumpukan kantong plastik di selokan maupun sudut jalan kampung.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Salah satu warga, Nur Aini, menilai penggunaan wadah pribadi membuat pembagian daging lebih praktis dan rapi.

“Biasanya habis kurban banyak plastik tercecer. Sekarang lebih rapi karena warga sudah membawa tempat sendiri,” ujarnya.

Ipung mengatakan konsep kurban minim sampah akan terus diterapkan pada tahun berikutnya. Warga juga berencana memperluas pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos untuk kebutuhan tanaman di lingkungan kampung.

“Kami ingin kebiasaan kecil seperti membawa wadah sendiri bisa terus dijalankan warga. Dampaknya langsung terlihat pada kebersihan kampung,” ucapnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.