Jumat, 19 Jun 2026 00:19 WIB

13 Tahun Menanti, Kemenag Tulungagung Hanya Dapat Jatah 48 CPNS

Kantor Kemenag Tulungagung.
Kantor Kemenag Tulungagung.

jatimnow.com - Kemenag Kabupaten Tulungagung akan mendapatkan tambahan tenaga pendidik dalam penerimaan CPNS tahun ini.

Dari total 880 formasi yang tersedia di Kanwil Kemenag Jawa Timur, Tulungagung hanya mendapatkan jatah formasi 48 orang. Jumlah ini dinilai sangat kurang mengingat penerimaan CPNS di lingkungan Kemenag Tulungahung terakhir dilakukan pada tahun 2005 lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Tulungagung, Masngut mengatakan pembagian kuota penerimaan CPNS di lingkungan Kemenag merupakan wewenang Kanwil Provinsi, sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan sama sekali.

Bahkan, mengusulkan kekurangan tenaga PNS saja pihaknya juga tidak memiliki kewenangan. “Kewenangannya ada di Kanwil Kemenag Provinsi, kami hanya menerima kuotanya, tahun ini kuotanya ada 48 orang,” ujarnya Selasa (09/10/2018).

Masngut menjelaskan, dari 48 kuota CPNS tahun ini, semuanya merupakan guru, yakni 7 orang untuk Guru mata pelajaran agama, 28 orang untuk guru mata pelajaran umum, 2 orang untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), 9 orang Guru olahraga dan 2 orang Guru Bahasa Arab.

Mereka ini semua akan ditempatkan di MI, MTs maupun MAN yang ada di Tulungagung. "Mereka akan ditempatkan di MI, MTs dan MAN negeri, tapi itu tadi tergantung dari kewenangan Kemenag Kanwil Provinsi Jatim,” lanjutnya.

Untuk proses rekrutment CPNS di lingkup Kemenag, Masngut menambahkan proses sama seperti lainnya, yakni melalui website resmi sscn.bkn.go.id. Namun untuk verifikasi serta pelaksanaan tes lain akan dilalukan oleh Kanwil.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Jadi, kita menerima bersih, tidak ada tes di sini, semuanya ditangani oleh kanwil," imbuhnya.

Masngut tidak menampik ada kekurangan guru di sekolah-sekolah naungan Kemenag. Sebab, setiap tahun ada guru yang pensiun. Untuk menutupi kekurangan itu, salah satunya ditopang dengan guru tidak tetap (GTT).

Ia juga memastikan bahwa kebutuhan guru di lingkungan Kemenag merata. Sebab, hingga saat ini jumlah guru di bawah Kemenag sekitar 900-an.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“50 persennya diisi oleh Sukarelawan, sisanya PNS yang belum pensiun,” pungkasnya.



 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.