Jumat, 19 Jun 2026 00:10 WIB

Dua Warga Tulungagung Korban Gempa Palu Masih Belum Ditemukan

Sripeni menunjukkan foto Hera, salah satu korban gempa dan tsunami yang belum diketahui keberadaannya.
Sripeni menunjukkan foto Hera, salah satu korban gempa dan tsunami yang belum diketahui keberadaannya.

jatimnow.com - Dua warga Tulungagung yang tercatat menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah belum diketahui keberadaanya.Dua orang tersebut tercatat bekerja sebagai ABK di sebuah perusahaan pelayaran.

Hera Bakti Sulistya (29) warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu,  Kabupaten Tulungagung dan Prila Wibawa (27) warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung. Keluarga masih belum berhasil menghubungi keduanya.

Hera Bakti merupakan ABK kapal jenis tugboat Armada II, yang tengah bersandar di Palu saat kejadian.

Sripeni (50) Ibunda Hera mengatakan, terakhir kontak dengan korban pada hari Kamis (27/09/2018) sehari sebelum peristiwa gempa dan tsunami melanda. Saat itu korban mengabarkan kapal sedang bersandar di Palu.

"Setelah itu sampai saat ini belum ada kabar lagi mas," ujar Sripeni saat ditemui di kediamanya, Senin (8/10/2018).

Sripeni menuturkan, bahwa Hera sudah bekerja di kapal tersebut sejak setahun terakhir, dengan rute Samarinda - Palu. Kapal tersebut memuat pasir dan batu dari Donggala untuk dijual ke Samarinda. Pihak perusahaan sudah memawari keluarga untuk ke Palu. Namun pihak keluarga memilih menunggu informasi terkait hasil pencarian.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Setelah ditemukan baru keluarga akan menyusul ke palu," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yayuk Setyaninsih, ibu dari Prila Wibawa (27) yang juga bekerja di kapal tersebut. Dari total 10 orang yang menjadi ABK di kapal itu, 3 diantaranya merupakan warga Tulungagung. Korban lain bernama Lukman sudah ditemukan dan saat ini masih mendapatkam perawatan intensif di Palu.

Meskipun belum ditemukan, namun Yayuk yakin Prila dalam kondisi sehat. Pihak keluarga sudah melakukan konsultasi dengan sejumlah paranormal. Dari keenam paranormal mereka menyatakan prila masih sehat.

"Tidak ada satu firasatpun yang menyatakan Prila meninggal, saya yakin masih hidup cuma belum ketemu saja," akunya.

Yayuk berharap tim relawan bisa segera menemukan Prila dan membawanya pulang. Rencananya Prila tidak akan diperbolehkan lagi untuk merantau.

"Kalau sudah pulang kami menyarankan untuk bekerja di sini saja, tidak usah pergi lagi," pungkasnya.




Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.