Minggu, 14 Jun 2026 21:18 WIB

Pedagang Pasar Besar Madiun Sambat Lebaran Ketupat Sepi

  • Penulis :
  • | Senin, 07 Apr 2025 09:25 WIB
Ilustrasi. Janur bahan pembuat ketupat. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. Janur bahan pembuat ketupat. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Momen lebaran ketupat dirasakan berbeda oleh padagang Pasar Besar Madiun. Para pedagang tradisional justru menghadapi penurunan pembeli dibandingkan tahun sebelumnya.

Suparti, seorang pedagang yang menjual berbagai olahan, seperti ketupat, lontong, lepet, dan janur, mengungkapkan penjualannya kali ini tidak seperti biasanya.

Baca Juga: Jelang Perayaan Lebaran Ketupat, Pedagang Janur di Tulungagung Mulai Bermunculan

"Tahun lalu sehari bisa habis ribuan biji, sekarang 1.500 aja belum tentu habis,” ujar Suparti, dilansir Kominfo Kota Madiun, Minggu (6/4/2025).

Ia menjual janur mentah untuk bahan dasar pembuatan ketupat dengan harga Rp8.000 per ikat isi 10. Meski harga tetap, minat pembeli tampak menurun.

"Biasanya kalau sudah masuk minggu Lebaran Ketupat begini malah ramai terus, tapi sekarang masih," tambahnya.

Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Ketupat Sebagai Simbol Idulfitri

Senada dengan Suparti, pedagang lainnya, Nur, yang juga menjajakan lontong dan kupat, membenarkan kondisi tersebut. Dirinya menyebut bahwa tahun lalu bisa beberapa kali restock dalam sehari karena tingginya permintaan.

“Dulu bisa ambil tiga sampai empat kali. Sekali ambil bisa 300 kupat, 200 lontong, 100 lepet. Sekarang ambilnya sekali dua kali saja sudah cukup, belum tentu habis juga,” akunya.

Harga yang ditawarkan para pedagang pun relatif terjangkau. Lontong dan kupat dijual seharga Rp2.000 per biji, sedangkan lepet dibanderol Rp3.500. Meski demikian, daya beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan saat lebaran ketupat yang biasanya menjadi puncak permintaan.

Baca Juga: Buron Kasus Penusukan Jukir PBM Kota Madiun Diringkus di Gresik

“Dari subuh sampai jam lima sore ya begini saja, nggak seramai biasanya. Tahun lalu jam segini aja sudah rebutan,” kata Nur sambil membereskan dagangannya yang belum terjual.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.