Jelang Perayaan Lebaran Ketupat, Pedagang Janur di Tulungagung Mulai Bermunculan
- Penulis : Bramanta
- | Rabu, 25 Mar 2026 13:42 WIB
jatimnow.com - Sejumlah pedagang kulit ketupat dan janur mulai bermunculan di sekitar Pasar Ngemplak Tulungagung. Adanya tradisi perayaan ketupat pada hari ke 7 Lebaran membuat masyarakat mulai membeli janur atau daun kelapa muda. Diprediksi animo masyarakat untuk membeli kulit ketupat dan janur akan naik beberapa hari kedepan.
Lebaran Ketupat merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri ke tujuh atau menandai selesainya puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Hidangan ketupat selalu menjadi menu utama dalam Lebaran Ketupat yang memiliki makna mengakui keselahan atau 'laku lepat'.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak
Salah satu pedagang, Purwanto mengaku setiap jelang Lebaran ketupat dia selalu berdagang di wilayah Pasar Ngemplak Tulungagung. Momen tersebut dimanfaatkan Purwanto untuk mengais rezeki jelang Lebaran Ketupat.
"Setiap tradisi Lebaran ketupat, memang saya berjualan di Pasar Ngemplak," ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Purwanto menjual janur berbentuk lonjoran dan janur yang sudah dirangkai dalam bentuk ketupat. Biasanya, masyarakat yang tidak bisa merangkai janur lebih memilih membeli ketupat yang sudah jadi.
"Tapi kalau masyarakat yang masih bisa merangkai ketupat, biasanya lebih memilih untuk beli janur lonjoran," terangnya.
Harga janur dan kulit ketupat berbeda. Satu lonjor janur dijual dengan harga Rp35 ribu sampai Rp45 ribu. Harga ditentukan dari kualitas janur yang dijual.
Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah
"Satu lonjor berisi sekitar 100 lembar janur. Kalau kualitasnya bagus harganya bisa Rp45 ribu," jelasnya.
Sedangkan untuk harga kulit ketupat yang sudah dirangkai sangat murah. Satu ikat kulit ketupat dijual dengan harga Rp10 ribu. Biasanya ketupat yang sudah jadi lebih diminati masyarakat karena lebih praktis.
"Harga ketupat yang sudah jadi itu Rp1000 per biji. Biasanya orang-orang beli satu atau dua ikat untuk Lebaran ketupat," paparnya.
Purwanto mengungkapkan, pada Lebaran ketupat tahun lalu dia bisa menjual 300 lonjor janur. Sedangkan Lebaran ketupat tahun ini diprediksi akan mulai mengalami kenaikan penjualan.
Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh
"Kalau tahun ini saya bawa hampir 300 lonjor janur. Semoga bisa habis seperti tahun lalu," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga, Maifan mengatakan, setiap tahun jelang Lebaran pasti membeli kulit ketupat untuk keluarga. Namun karena keluarga tidak ada yang bisa merangkai janur, dia memilih untuk membeli janur yang sudah berbentuk ketupat.
"Ini saya gunakan pribadi bersama keluarga. Kebetulan keluarga kami tidak bisa merangkai janur, jadi memilih beli ketupat yang sudah jadi. Lebih praktis dan murah," pungkasnya.
Editor : Bramanta