Jumat, 19 Jun 2026 05:58 WIB

Dokter OZ Reisa Ajak Ibu-ibu Perhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan

dr. Reisa Broto Asmoro saat menjadi pembicara di Unitomo, Sabtu (6/10/2018).
dr. Reisa Broto Asmoro saat menjadi pembicara di Unitomo, Sabtu (6/10/2018).

jatimnow.com — Langkah awal untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas, guna menyongsong generasi emas Indonesia 2045 adalah pemenuhan gizi pada usia 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Hal tersebut yang dikatakan dr. Reisa Broto Asmoro atau yang akrab dikenal sebagai host dalam acara dr. OZ, dalam Seminar Nasional bertema "Preparing Golden Generation for a Brighter Future" yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dr. Soetomo (Fikes Unitomo) Surabaya, Sabtu (6/10/2018).

Baca Juga: Guru Besar Unitomo Ungkap Risiko Hukum di Balik Pesatnya Bank Digital

"1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Waktu-waktu itu yang perlu diperhatikan orang tua terutama dalam pemenuhan gizi yang harus diberikan pada anak-anaknya," tutur dr 'OZ" Reisa.

Oleh karena itu, ia mengajak 300 peserta yang terdisi dari mahasiswa Fikes, bidan dan ibu-ibu muda zaman now yang kala itu menghadiri seminar tersebut, agar segera menerapkan program 1000 hari pertama, bahkan kalau bisa sebelum melahirkan.

"Program mempersiapkan kelahiran bayi yang sehat itu, selain untuk menekan angka Stunting yang disebabkan karena orang tua sering mengabaikan atau kurang diperhatikan ibu hamil, terlebih dalam pemenuhan nutrisi sang bayi," imbuh Dokter 'OZ' Reisa.

Ditegaskan oleh dokter sekaligus model ini, stuning disebabkan karena kekurangan nutrisi secara kronis. Sejak bayi berada dalam kandungan, sang ibu tidak memberikan asupan yang bergizi. Itu menyebabkan sang ibu kekurangan gizi, demikian juga sang bayi.

“Dengan memerhatikan kondisi kehamilan hingga pasca melahirkan, generasi emas yang diharapkan akan tercapai,” ungkap Reisa.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Sementara itu, Dharma Putra Perjuangan Banjarnahor, dokter spesialis kandungan menjelaskan usia ibu saat hamil sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan.

"Bahkan, sebelum merencakan kehamilan harus dipersiapkan dengan baik dalam segi kesehatan sang ibu," ujar Dharma.

Dekan Fikes Unitomo Miftahul Khairoh menjelaskan, seminar nasional yang digelarnya itu untuk menambah pengetahuan dari para bidan yang ada di wilayah Jatim, pasalnya peran bidan dalam menyongsong Indonesia emas 2045 itu ada pada gerbang pertama.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Agar para Bidan juga turut memperhatikan setiap pasien yang ditangani sejak proses konsultasi persalinan. Seperti selalu mengontrol kondisi kesehatan ibu dan janinnya," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.