Jumat, 19 Jun 2026 04:01 WIB

Pendaftar CPNS Jalur Difabel dan Cumlaude di Tulungagung Sepi Peminat

Petugas BKD Tulungagung sedang melakukan verifikasi berkas pendaftar CPNS, Jumat (5/10/2018).
Petugas BKD Tulungagung sedang melakukan verifikasi berkas pendaftar CPNS, Jumat (5/10/2018).

jatimnow.com - Meskipun pendaftaran CPNS di Kabupaten Tulungagung sudah resmi dibuka sejak 28 September lalu, namun pendaftar dari jalur difabel dan cumlaude masih sepi peminat.

Hingga hari ini, Jumat (05/10/2018), belum ada pendaftar yang menggunakan jalur ini. Untuk penerimaan CPNS tahun ini, Pemkab Tulungagung akan menerima formasi pendaftar jalur difabel sebanyak enam orang dan jalur cumlaude 27 orang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator Administrasi Verifikasi BKD Tulungagung, Pongky Setiawan, mengatakan kemungkinan masyarakat kurang mengerti adanya informasi kedua jalur ini. Meskipun ada yang memiliki nilai cumlaude, namun mereka memilih mendaftar di jalur umum.

"Ada yang cumlaude, tapi mereka memilih mendaftar di jalur umum, tidak menggunakan jalur cumlaude yang sudah disediakan," kata dia Pongky.

Untuk memudahkan pendaftar mendapatkan informasi seputar penerimaan CPNS, BKD Tulungagung membuka posko informasi di kantornya. BKD juga membentuk tim verifikasi data pendaftar CPNS.

Tugas dari tim ini adalah untuk memastikan dan memverifikasi data dan kelengkapan pendaftar sesuai dengan formasi yang dipilih dalam pendaftaran.

Dari hasil verifikasi yang dilakukannya sampai saat ini, terdapat 5 persen data pelamar yang gagal dan tidak lolos seleksi administrasi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Nanti setelah proses pendaftaran ditutup mereka akan menerima pemberitahuan apakah lolos verifikasi atau tidak," tuturnya.

Mereka yang tidak lolos verifikasi ini, karena ijazah yang dimilikinya tidak linear dengan formasi yang dipilih. Pongki mencontohkan pelamar yang memiliki ijazah terakhir Prodi Matematika, namun karena pilihan formasi ini sangat terbatas, maka mereka memilih formasi dengan syarat Prodi Pendidikan Guru SD atau SMP.

Maka, dalam seleksi verifikasi akan dimasukkan dalam daftar tidak lolos seleksi, namun tetap terdaftar dan memiliki bukti daftar yang menandakan jika pelamar telah berhasil mendaftar.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Rata rata karena syarat yang dilampirkan tidak sesuai dengan permintaan, terutama ijazah yang dimilikinya tidak linear dengan kebutuhan formasi yang ada,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.