Minggu, 14 Jun 2026 10:21 WIB

Warga Desak Tambak Ditutup, DPRD Jember Lakukan Sidak di Gumukmas

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 01 Mar 2025 14:16 WIB
Anggota DPRD Jember saat melakukan sidak tambak di Gumukmas (Foto: Mega for jatimnow.com)
Anggota DPRD Jember saat melakukan sidak tambak di Gumukmas (Foto: Mega for jatimnow.com)

jatimnow.com - Usai masyarakat Kecamatan Gumukmas dan mahasiswa menggelar aksi demontrasi ke Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jember, pihak DPRD Jember langsung melakukan tindak lanjut dengan inspeksi mendadak (sidak).

Sebelumnya, ratusan warga Jember unjuk rasa depan Kantor DPRD Jember, meminta tambak di Desa Mayangan dan Kepanjen Kecamatan Gumukmas tidak beroperasi atau ditutup, karena dinilai merugikan petani.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Mendapat keluhan masyarakat ini, DPRD Jember bersama OPD Pemkab melakukan sidak ke lokasi dan melihat langsung dampak akibat keberadaan tambak, Jumat (28/2/2025).

Anggota Komisi B dan C DPRD Jember didampingi warga, menyusuri sepadan sungai di belakang salah satu tambak Delta Guna Sukses (DGS) blok A, B, C.

Ada temuan pembuangan limbah yang langsung mengarah ke sungai.

"Jadi yang terdampak tambak DGS mengakibatkan kerugian besar. Kami merekomendasikan untuk menghentikan produksi tambak DGS ini," kata anggota Komisi B DPRD Jember, Ahmad Ibnu Baqir.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Warga juga menunjukkan beberapa lokasi milik petani dan nelayan yang mengalami kerugian akibat adanya tambak tersebut.

Salah satu warga, Ahmad Zaeni mengaku, limbah tambak sudah masuk ke lahan pertanian hingga pemukiman warga.

"Hasil pertanian semakin menurun dari tahun ke tahun, banyak tanaman tidak hidup. Sumur-sumur juga menjadi asin," keluhnya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Warga telah merasakan dampak keberadaan tambak ini sekitar puluhan tahun, dan belum pernah ada tindakan dari pemerintah.

Tidak hanya itu, bahkan tidak ada warga sekitar yang dipekerjakan di tambak tersebut dan memilih mendatangkan tenaga kerja dari luar wilayah.

"Selain mencemari lingkungan, tidak ada warga yang dipekerjakan di tambak. Kami harap tambak ini segera ditutup, karena sudah sangat merugikan petani," pintanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.