Minggu, 21 Jun 2026 02:16 WIB

Warga Jember Desak Tambak di Gumukmas Ditutup, Puluhan Tahun Rusak Lingkungan

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 24 Feb 2025 15:05 WIB
Aksi petani, nelayan dan mahasiswa di depan DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Aksi petani, nelayan dan mahasiswa di depan DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga Jember unjuk rasa depan Kantor DPRD Jember meminta tambak di Desa Mayangan dan Kepanjen Kecamatan Gumukmas ditutup.

Ratusan warga yang terdiri dari petani, nelayan dan mahasiswa meminta DPRD Jember menutup tambak yang diduga tidak berizin dan menyengsarakan rakyat.

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Bertahun-tahun tambak berdiri, tidak memberi dampak ke masyarakat sekitar. Mulai tahun 1985 investor datang, dulu 150 hektare luar biasa hasil panennya. Bahkan dua desa ini terkenal hasil pertanian unggul," kata Koordinator Aksi, Tuku M Indra Syahdafi, Senin (24/2/2025).

"Perlahan-lahan pertanian turun dan rusak. Katanya berizin, tapi limbahnya dibuang sembarangan," sambungnya.

Karena menurut mereka, bertahun-tahun hasil pertanian petani di Mayangan dan Kepanjen menurun. Saluran air sudah tercemar dan berpengaruh pada pertanian dan nelayan.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Padahal, masyarakat di sana menggantungkan hidupnya di bidang pertanian, dan nelayan. Sedangkan investor pemilik tambak orang luar dan bukan warga sekitar.

"Silahkan investor masuk, tapi jangan rusak bumi kami, apalagi merusak ekonomi masyarakat Kepanjen dan Mayangan," ujarnya.

Aspirasi para pengunjuk rasa ini diterima Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. Ia mengatakan, jika ada pihak yang mengganggu petani, nelayan, dan mahasiswa, menggangu ketahanan pangan, itu berarti telah membangkang instruksi Presiden Prabowo.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Kami menerima semua aspirasi, sahabat-sabahat semua. Kami mengundang dinas tekait, untuk pada siang hari ini. Pada prinsipnya, kita tidak anti investigasi namun investor tidak boleh melanggar UU lingkungan hidup," kata Candra.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.