Senin, 15 Jun 2026 19:06 WIB

DPRD Jember Warning Pedagang: Jangan Coba-coba Jual Pupuk di atas HET!

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 14 Feb 2025 20:04 WIB
Komisi B DPRD Jember hearing dengan Pupuk Indonesia dan distributor pupuk (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi B DPRD Jember hearing dengan Pupuk Indonesia dan distributor pupuk (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi B DPRD Jember mengingatkan dengan tegas agar para distributor, kios atau pengecer tidak menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena bisa terancam pidana.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, saat hearing dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Dinas Perdagangan, Pupuk Indonesia serta 16 distributor pupuk, Kamis (13/2/2025).

Baca Juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

"Di Jember ada 16 distributor dan 535 kios pupuk yang terdata di Pupuk Indonesia. Kita meminta dan ini kesepakatan dengan distributor pupuk, harga pupuk tidak boleh melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungkap Candra.

Ia juga menegaskan, larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Tahun 2024. Selain itu, juga diperkuat dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 terutama di Pasal 2.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

"Bagi pihak-pihak yang menjual pupuk di atas HET itu ada ancaman pidana, dan juga denda. Kami minta OPD TPHP dan Disperindag, serta Pupuk Indonesia untuk melakukan pengawasan kepada kios-kios di Jember," pintanya.

"Terutama terkait dengan standart operasional pengambilan pupuk, dan juga akan pelengkap di kios. Karena banyak di kios ditemukan, waktu pengambilan pupuk tidak ada notanya, dan tidak dicantumkan juga RDKK," lanjut Candra.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Politisi PDIP menegaskan, banyak kios-kios yang juga menyelewengkan kuota pupuk dari petani. Dari itu, ia meminta agar ada revitalisasi kelompok tani, dengan memasukkan pemuda, perempuan, agar kualitas kelompok tani lebih baik.

"Kami meminta aparat penegak hukum, menindak tegas apabila di bawah ada yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan undang-undang maupun peraturan yang ada," tegas Candra.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.