Jumat, 19 Jun 2026 07:53 WIB

Sambut imlek, Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung Gelar Tradisi Ayak Abu

Pekerja di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung melakukan tradisi ayak abu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pekerja di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung melakukan tradisi ayak abu. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Kabupaten Tulungagung menggelar ritual ayak abu. Mereka membersihkan abu sisa pembakaran dupa. Abu tersebut diayak untuk dibersihkan dari kotoran sisa dupa yang tidak terbakar.

Tradisi ini sudah digelar sejak ratusan tahun lalu. Setelah dibersihkan, abu dikembalikan ke wadahnya dan digunakan untuk sembahyang.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Bioma Kelentang Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing mengatakan tradisi ayak abu ini dilakukan setelah mereka menggelar sembahyang Shang Sien.

Sembahyang ini bertujuan mengantar dewa ke langit. Setelah itu mereka baru melakukan tradisi ayak abu.

"Jadi setelah dewa ke langit baru kita lakukan tradisi ayak abu, kita membersihkan abu sisa pembakaran dupa," ujarnya, Jumat (24/1/2025).

Sejak berdirinya kelenteng ini, abu sisa dupa tersebut tidak dibuang dan digunakan untuk umat yang membutuhkannya. Pekerja mengambil abu dari 20 Hiolo yang berada di kelenteng tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selanjutnya abu diayak. Setelah bersih abu dikembalikan ke hiolo dan diletakan kembali ke altar sembahyang.

"Sejak Kelenteng Tjoe Tik Kiong berdiri pada tahun 1886, abu sisa dupa tersebut tidak pernah dibuang. Abu ini selalu dibersihkan menjelang perayaan Imlek," tuturnya.

Pembersihan abu dengan cara diayak ini merupakan salah satu tradisi ritual yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Abu sisa dupa yang terkumpul ini biasanya digunakan oleh umat untuk keperluan tertentu.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Namun sebelum mengambilnya, umat melakukan sembahyang minta izin ke dewa. Jika diperbolehkan maka abu bisa diambil untuk keperluan tersebut.

"Ada beberapa yang memerlukan abu untuk keperluan tertentu seperti pengobatan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.