Senin, 22 Jun 2026 03:11 WIB

Perjuangan Pelaku UMKM asal Tuban Pasarkan Produk Cemilan ke Luar Daerah

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Des 2024 12:48 WIB
Pemilik UMKM Satya Food, Dewi Sangadah. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)
Pemilik UMKM Satya Food, Dewi Sangadah. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)

jatimnow.com - Cemilan daerah berlabel Satya Food yang diproduksi di Tuban ini kini bisa ditemukan di berbagai toko oleh oleh di sejumlah kota lain. Pemilik UMKM Satya Food, Dewi Sangadah, mengaku pemasaran produk cemilan ini memang sudah merambah ke Kota Bojonegoro dan Rembang.

Namun Dewi juga mengatakan bahwa perjalanan mengembangkan UMKM produk kuliner ini bukan hal yang mudah.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Awalnya, Dewi memulai usahanya dengan mencoba berbagai resep yang ia pelajari secara otodidak melalui video tutorial yang ada di YouTube.

“Awalnya sering gagal, tetapi saya terus mencoba hingga akhirnya menemukan formula yang tepat,” ungkapnya, seperti dilansir laman Pemkab Tuban, Rabu (25/12/2024).

Bermodal kegigihan dan pantang menyerah, Dewi Sangadah, ibu rumah tangga yang pernah menjadi buruh pabrik asal Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, ini sedikit demi sedikit merintis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hingga akhirnya perlahan lahan, UMKM ini mulai dikenal masyarakat umum. Produksi cemilan khas Satya Food ini pun semakin diminati.

Diceritakan Dewi Sangadah, produk yang dihasilkan UMKM besutannya keripik tempe, keripik sukun, keripik singkong, keripik pisang, kemplang, keripik talas atau keripik mbote, hingga kacang bawang. Produk-produk buatannya itu dijual dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kemasan.

Tak hanya dibandrol dengan harga yang terjangkau, produk-produk tersebut juga dibuat dari bahan-bahan lokal berkualitas yang diperoleh di pasar tradisional sekitar Plumpang.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

“Untuk bahan baku, kami ambilnya di lokal-lokal saja, seperti Pasar Plumpang dan petani sekitar,” ujar Dewi, Selasa (24/12/2024).

Meski produknya memiliki kualitas unggul, Dewi menghadapi tantangan besar dalam memasarkan camilannya.

“Karena keterbatasan relasi, sulit bagi saya menjangkau pasar yang lebih luas di awal,” tutur Dewi.

Titik balik terjadi ketika ia bergabung dengan komunitas UMKM seperti KOPERNIK dan OK-OCE. Melalui bimbingan komunitas ini, ia mendapatkan pelatihan tentang pemasaran produk, pengemasan, hingga pengurusan perizinan usaha.

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

Tak hanya itu, Dewi juga menceritakan bahwa hasil dari kerja kerasnya dalam mengembangkan UMKM ‘Satya Food’ mulai membuahkan hasil. Dituturkan Dewi, kini, produk Satya Food tidak hanya dikenal di Kecamatan Plumpang, namun juga menjangkau daerah sekitar seperti Bojonegoro dan Rembang. Bahkan, camilannya telah dipasarkan di toko-toko kecil, swalayan, dan sentra oleh-oleh di beberapa wilayah.

Dengan kesuksesan yang diraihnya, Dewi berharap dapat terus mengembangkan usahanya, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga tetapi juga untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

"Saya ingin Satya Food menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa kerja keras dan ketekunan pasti membuahkan hasil," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.