Jumat, 19 Jun 2026 01:33 WIB

Apindo Tulungagung Minta Pemberian UMK Pertimbangkan Klasifikasi Pekerja

Ketua Apindo Kabupaten Tulungagung, Nur Wakidun. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Ketua Apindo Kabupaten Tulungagung, Nur Wakidun. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tulungagung berharap penetapan Upah Minimun Kabupaten (UMK) yang naik 6,5 persen dikaji ulang. Pihaknya juga meminta ada klasifikasi pekerja dalam aturan pengupahan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jatim telah menetapkan besaran UMK Tulungagung yang naik 6,5 persen di tahun depan. Penetapan tersebut berdasarkan usulan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Tranmigrasi daerah setempat.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua Apindo Kabupaten Tulungagung, Nur Wakidun mengaku, telah menerima pemberitahuan kenaikan 6,5 persen ini atau Rp 2.470.800 yang berlaku untuk 200-300 perusahaan. Namun Apindo menilai jika kenaikan UMK itu harus dilakukan pengkajian ulang.

"Kenaikan UMK ini harus melihat sejauh mana tingkat perekonomian setiap perusahaan di Tulungagung,” ujarnya, Kamis (19/12/2024).

Pihaknya juga merasa jika tingkat klasifikasi pekerja di Tulungagung perlu dipertimbangkan dalam penentuan UMK ini.

Artinya, tingkat klasifikasi pekerja ini dapat dikategorikan, baik dari lulusan maupun keanggotaan selama bekerja di dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Secara aturan, UMK ini memberikan upah yang sama bagi para pekerja meski mereka memiliki latar belakang pendidikan seperti lulusan SD, SMP, SMA maupun Sarjana. Seharusnya, menurut Apindo terdapat perbedaan dalam pemberian UMK sesuai dengan masing-masing kategori tersebut.

“Ya seharusnya memang dibedakan sesuai kategori masing-masing. Dikhawatirkan jika hal ini menyebabkan kecemburuan antar pekerja nantinya," ungkapnya.

Meski demikian, Apindo optimis jika tahun depan roda perekonomian di Tulungagung akan berjalan lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada tekanan, namun pihaknya masih yakin ada harapan dalam peningkatan perekonomian di Kota Marmer.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Hal ini tidak lepas dari selesainya perhelatan pemilu dan pilkada, sehingga diharapkan daya beli masyarakatkembali meningkat. Selain itu, terpilihnya pemimpin negara serta daerah dapat memberikan kebijakan-kebijakan baru untuk peningkatan perekonomian.

“Tekanan dan beban dalam perekonomian memang akan tetap ada, tetapi jika melihat dua faktor tadi, seharusnya masih ada harapan perekonomian di Tulungagung kembali meningkat pasca Covid-19," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.