Jumat, 19 Jun 2026 11:10 WIB

Pemkab Tulungagung Lakukan Mitigasi Bahaya Bencana Hidrometeorologi

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno saat meninjau persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan di halaman Pemkab Tulungagung, sebagai persiapan mitigasi menghadapi bencana hidrometeorologi.

Memasuki musim hujan, bencana hidrometeorologi rawan terjadi. Selain banjir, sejumlah wilayah juga rawan terjadi longsor di musim hujan ini. Puncak hujan sendiri diprediksi akan terjadi selama bulan Desember hingga Januari.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Tulungagung seperti banjir, tanah longsor hingga puting beliung sudah beberapa kali terjadi.

Banjir yang terjadi di wilayah perkotaan beberapa waktu lalu menjadi salah satu fokusnya. Pemkab memerintah OPD terkait segera melakukan aksi. Salah satunya menormalisasi selokan yang jadi lokasi pembuangan air di wilayah perkotaan.

"Itu juga jadi catatan kita. Dinas PUPR sudah kita perintahkan agar segera normalisasi saluran air," ujarnya, Selasa (10/12/2024).

Dua kecamatan, yakni Pagerwojo dan Sendang dinyatakan rawan terjadi longsor. Selama tahun 2024 ini, sudah tercatat 16 kali bencana longsor di wilayah tersebut.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Kemudian terjadi juga 36 kali angin puting beliung di banyak titik, serta banjir bandang maupun banjir yang langsung surut ketika hujan reda.

"Ada tiga potensi itu yang langganan terjadi, namun kita juga harus memantau potensi lainnya. Seperti potensi megatrus yang bisa saja terjadi, mengingat ada pergerakan lempengan bumi yang ada di sekitar kita," tuturnya.

Heru juga mengintruksikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya tanggap bencana hidrometeorologi untuk melakukan sejumlah langkah dan persiapan. Seperti melakukan pemantauan tentang perkembangan info cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG dan BNPB. Sarana prasarana tanggap darurat kebencanaan juga perlu disiapkan.

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Heru mengingatkan kepada ASN, TNI dan Polri hingga Basarnas serta ribuan relawan lainnya, untuk membantu memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai antisipasi bencana.

"Kalau ditotal bersama dengan relawannya ada seribu lebih. Termasuk anggota dari Polri, TNI, BPBD dan lainnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.