Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup
- Penulis : Bramanta
- | Jumat, 22 Mei 2026 14:25 WIB
jatimnow.com – Setelah sempat ditutup total, kini akses utama Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamata Tugu sudah dibuka. Meski begitu petugas memberlakukan sistem buka tutup. Material batu yang longsor juga sudah dibersihkan oleh petugas.
Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi memicu jatuhnya bebatuan dari tebing setinggi sekitar 50 meter. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat ditutup total sebelum kembali dibuka secara bertahap.
Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya
“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan kondisi tanah di atas tebing menjadi labil, sehingga terjadi jatuhan batu dari ketinggian sekitar 50 meter ke badan jalan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelum kejadian utama, kondisi lalu lintas di jalur tersebut sempat beberapa kali ditutup dan dibuka dengan sistem buka tutup akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut.
“Sejak malam hari arus lalu lintas sudah beberapa kali ditutup total karena hujan, kemudian dibuka kembali secara bergantian. Hingga akhirnya pada pukul 03.00 WIB terjadi jatuhan batu yang kembali memaksa penutupan total,” jelasnya.
Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total
Setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material yang menutup badan jalan.
“Pembersihan material longsoran dilakukan sejak pukul 06.15 WIB dan selesai sekitar pukul 06.30 WIB. Selanjutnya arus lalu lintas kembali dibuka dengan sistem buka tutup,” tambahnya.
Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek
Stefanus mengungkapkan, jalur nasional yang melintasi Desa Nglinggis hingga perbatasan Kabupaten Ponorogo memang dikenal sebagai kawasan rawan longsor. Kondisi geografis berupa perbukitan dengan tanah labil membuat wilayah tersebut kerap mengalami kejadian serupa saat musim hujan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” pungkasnya.
Editor : Bramanta