Rabu, 22 Jul 2026 04:33 WIB

Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

  • Penulis : Bramanta
  • | Jumat, 22 Mei 2026 14:25 WIB
Petugas mengatur lalu lintas di KM 16 Trenggalek. (Foto: BPBD Trenggalek for jatimnow.com)
Petugas mengatur lalu lintas di KM 16 Trenggalek. (Foto: BPBD Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com – Setelah sempat ditutup total, kini akses utama Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamata Tugu sudah dibuka. Meski begitu petugas memberlakukan sistem buka tutup. Material batu yang longsor juga sudah dibersihkan oleh petugas.

Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi memicu jatuhnya bebatuan dari tebing setinggi sekitar 50 meter. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat ditutup total sebelum kembali dibuka secara bertahap.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan kondisi tanah di atas tebing menjadi labil, sehingga terjadi jatuhan batu dari ketinggian sekitar 50 meter ke badan jalan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian utama, kondisi lalu lintas di jalur tersebut sempat beberapa kali ditutup dan dibuka dengan sistem buka tutup akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut.

“Sejak malam hari arus lalu lintas sudah beberapa kali ditutup total karena hujan, kemudian dibuka kembali secara bergantian. Hingga akhirnya pada pukul 03.00 WIB terjadi jatuhan batu yang kembali memaksa penutupan total,” jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

Setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material yang menutup badan jalan.

“Pembersihan material longsoran dilakukan sejak pukul 06.15 WIB dan selesai sekitar pukul 06.30 WIB. Selanjutnya arus lalu lintas kembali dibuka dengan sistem buka tutup,” tambahnya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Stefanus mengungkapkan, jalur nasional yang melintasi Desa Nglinggis hingga perbatasan Kabupaten Ponorogo memang dikenal sebagai kawasan rawan longsor. Kondisi geografis berupa perbukitan dengan tanah labil membuat wilayah tersebut kerap mengalami kejadian serupa saat musim hujan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.