Kamis, 11 Jun 2026 12:05 WIB

Kejang-kejang, Sucipto Meninggal Saat Bekerja

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya Sucipto.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya Sucipto.

jatimnow.com - Seorang pekerja bangunan guest house di Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi, mengalami kejang-kejang saat bekerja. Namun sayang salah satu kuli bangunan yang bernama Sucipto (53) itu asal Dusun Balekambang Desa Paseban Kencong Jember itu tak dapat tertolong dan akhirnya meninggal dunia di lokasi.

Setelah mendapatkan laporan, aparat Polsek Kota Banyuwangi langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti, keterangan saksi-saksi, dan melakukan olah TKP.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, berdasarkan sejumlah keterangan, bukti, olah TKP, serta saksi warga yang mengetahui, kematian Sucipto tersebut bukan diakibatkan dari kecelakaan kerja ataupun penganiayaan.

“Dari hasil visum yang dilakukan aparat didampingi pihak Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan tidak ditemukan luka luar pada tubuh korban,” kata AKP Ali Masduki kepada wartawan, di RSUD Blambangan, Kamis (15/3/2018).

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, sambung Kapolsek Ali, yang tinggal di Jember menyatakan bahwa Sucipto memang memiliki riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya dan telah beberapa kali menjalani pengobatan.

“Hasil penelusuran ke keluarga korban yang tinggal di Jember ternyata lelaki itu punya riwayat penyakit jantung dan beberapa kali berobat,” ujar AKP Ali.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

AKP Ali menjelaskan, dua rekan kerja korban, Sisyanto (27) dan Herman Jatmiko (34), warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, saat dimintai keterangan mengatakan, sebelumnya korban pernah bekerja di Bali. Namun, dalam perjalanan pulang menuju Jember dia, Sucipto, kehabisan ongkos dan memutuskan ikut bergabung di bagian operator pompa kendaraan molen cor di guest house ini.

“Paginya, kata rekan kerjanya itu, korban sudah mengeluh sakit. Namun dia tetap memaksa bekerja. Sampai akhirnya mengalami kejang-kejang lalu ambruk tak sadarkan diri dan meninggal,” tukasnya.

Dia menambahkan, setelah dihubungi oleh anggota pihak keluarga meminta untuk mengambil jenazah Sucipto untuk dimakamkan di rumah keluarganya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

“Katanya akan dikebumikan di tempat tinggalnya di Desa Paseban, Kecamatan Kencong,” pungkas Ali.

Reporter: Hafiludin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.