Jumat, 19 Jun 2026 03:12 WIB

Hasil Tes DNA Kiai Cabul di Trenggalek, Sah Bapak Biologis Anak Korban

Tersangka S kiai yang hamili santriwati di Trenggalek saat dikeler polisi. (Foto: dok. Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tersangka S kiai yang hamili santriwati di Trenggalek saat dikeler polisi. (Foto: dok. Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satreskrim Polres Trenggalek telah menerima hasil tes DNA dalam kasus kai cabul di Kecamatan Kampak. Dari hasil tes DNA tersebut, bayi yang dilahirkan oleh korban identik dengan tersangka berinisial S tersebut.

Dengan bukti ini tersangka tidak bisa berkelit lagi. Sebelumnya meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kiai ini tetap mengelak telah menyetubuhi korban yang juga merupakan santriwatinya.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin mengatakan hasil tes DNA ini dikeluarkan oleh Pabfor Polda Jatim pada 11 November lalu. Dengan hasil tes DNA yang didapatkan Satreskrim Polres Trenggalek, akan menguatkan hasil penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.

"Hasil tes DNA menguatkan hasil penyidikan kami dan akan melengkapi barang bukti yang telah kami dapat sebelumnya," ujar AKP Zainul Abidin, Kamis (14/11/2024).

Baca Juga: Mobil Tertimpa Batu, Akses Jalan Trenggalek - Ponorogo Ditutup

"Tes DNA menunjukan tersangka dan anak korban identik. Artinya tersangka merupakan bapak biologis dari anak korban," tegasnya.

Abidin mengungkapkan, terkait perkembangan penyidikan, mereka telah mengembalikan berkas perkara perbaikan kepada Kejari Trenggalek atas kasus persetubuhan santriwati yang dilakukan oleh tersangka kyai di Kecamatan Kampak. Mereka juga melampirkan hasil tes DNA dari Labfor Polda Jatim.

Baca Juga: Polres Gresik Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

"Kami juga akan melampirkan hasil tes DNA dari Labfor Polda Jatim kepada Kejari Trenggalek," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.