Rabu, 17 Jun 2026 05:56 WIB

Viral Peternak Sapi Perah Buang Susu, Pakar UM Surabaya: Kelemahan Sistemik

  • Penulis :
  • | Selasa, 12 Nov 2024 13:43 WIB
Aksi peternak sapi perah di Boyolali membuang susu. (Foto: tangkapan layar TikTok)
Aksi peternak sapi perah di Boyolali membuang susu. (Foto: tangkapan layar TikTok)

jatimnow.com - Aksi peternak sapi perah di Boyolali membuang susu viral di media sosial. Hal serupa juga pernah terjadi di Pasuruan. Mereka protes lantaran produksi susunya tidak dapat terserap seluruhnya ke Industri Pengolahan Susu (IPS).

Aksi tersebut dilakukan mengingat adanya pembatasan kuota pengiriman ke industri, yang biasanya mencapai 100-200 ton menjadi hanya 40 ton. Mereka menduga bahwa pengurangan kuota permintaan supplay dari susu sapi lokal disebabkan karena gempuran susu impor.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Fenomena ini, menurut Pakar Ekonomi UM Surabaya, Arin Setyowati, mencerminkan berbagai persoalan mendasar terkait rantai pasok sektor agribisnis Indonesia.

"Hal ini tidak hanya menyangkut kerugian finansial bagi peternak, tetapi juga menunjukkan kelemahan sistemik yang membutuhkan perhatian dalam aspek manajemen rantai pasok, inovasi pengolahan, dan diversifikasi pasar," ujar Arin dalam siaran pers, Selasa (12/11/2024)

Faktor penyebab

Kata Arin, beberapa faktor yang melatarbelakangi persoalan tersebut. Antara lain, adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pasar tunggal, seperti pabrik besar tertentu saja yang menyebabkan posisi peternak dan pengepul berada pada risiko tinggi. Ketika satu pabrik menolak susu, maka tidak banyak alternatif bagi peternak untuk memasarkan produknya.

Selain itu, dalam pengolahan susu segar membutuhkan fasilitas penyimpanan maupun pemrosesan yang memadai agar tetap layak konsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Lebih lanjut lagi, kata Arin, peternak di Indonesia masuk kategori kecil dan menghadapi keterbatasan modal, sehingga mereka tentu kesulitan memiliki akses ke teknologi pengolahan dan penyimpanan yang memadai.

“Sehingga, diperlukan dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan dalam peningkatan rantai pasok susu, kebijakan bantuan subsidi untuk membangun infrastruktur rantai dingin atau teknologi pengolahan skala kecil guna menyimpan hingga mengolah susu menjadi produk yang memiliki masa simpan lebih lama, seperti yogurt atau keju," lanjut dia.

Solusi

Ia mengatakan, solusi jangka panjang yang bisa dilakukan diantaranya, mendorong peternak dan pengepul susu untuk melakukan diversifikasi produk susu dengan memanfaatkan teknologi pengolahan skala kecil. Selain memberikan nilai tambah juga mengembangkan kemitraan dengan industri yang lebih luas.

Baca Juga: Wakil Ketua Ansor Jatim Respons Perseteruan Rizieq Shihab dan Dudung

Selanjutnya, perlunya menguatkan sistem koperasi dan akses pasar yang lebih luas baik lokal maupun regional, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi peternak.

Ditambah dengan adanya dukungan investasi pemerintah maupun swasta dalam melengkapi infrastruktur rantai dingin (Cold Chain) guna menyimpan susu dalam jangka waktu lebih lama, sehingga peternak tidak harus terburu-buru menjual produknya dalam waktu singkat.

Butuh edukasi

“Hal penting lainnya, perlu diimbangi dengan gerakan edukasi konsumen oleh seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya membeli produk susu lokal supaya dapat meningkatkan permintaan. Pemerintah bersama organisasi non-pemerintah (LSM) dapat berperan dalam kampanye kesadaran ini untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak lokal,” pungkas Arin.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.