Kamis, 23 Jul 2026 05:54 WIB

Wakil Ketua Ansor Jatim Respons Perseteruan Rizieq Shihab dan Dudung

Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur, Habib Mahdi Kherid. (Foto/jatimnow com)
Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur, Habib Mahdi Kherid. (Foto/jatimnow com)

jatimnow.com - Perseteruan opini antara Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang memanas di ruang publik memicu respons dari tokoh muda Jawa Timur.

Habib Mahdi Kherid, tokoh agama asal Malang, mengingatkan agar para elite tidak memperkeruh suasana melalui pernyataan yang minim basis data.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Negara hanya bisa melangkah maju kalau pondasinya ilmu dan persaudaraan, bukan kecurigaan," ujar Mahdi saat ditemui di Malang, Jumat (08/5/2026).

Ketegangan bermula saat cuplikan video Habib Rizieq viral, yang mengaitkan pidato Presiden Prabowo Subianto tentang "silakan kabur ke Yaman" dengan pengaruh pihak-pihak tertentu.

Mahdi menilai, spekulasi tersebut sangat berisiko membelah opini masyarakat di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional.

Menurut pria yang menjabat Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur tersebut, masyarakat harus melihat posisi Presiden sebagai kepala negara secara utuh.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Prabowo memiliki otoritas penuh dalam menentukan arah komunikasi politiknya, tanpa perlu didikte atau diseret ke dalam sentimen kelompok tertentu.

Ia menduga, ucapan Presiden bisa saja bersifat spontanitas sebagai bentuk ketegasan, bukan hasil intervensi pihak luar seperti yang dituduhkan.

"Mari kita budayakan husnuzan. Jangan sampai polemik ini melebar kemana-mana padahal tantangan global kita sedang berat-beratnya," tambah Mahdi.

Baca Juga: Viral Kecelakaan Bus Haji Probolinggo, Begini Kondisinya

Ia berharap seluruh elemen bangsa, terutama para tokoh yang memiliki basis massa besar, lebih menahan diri dalam melontarkan kritik.

Alih-alih memicu debat kusir, Mahdi mendorong adanya dialog yang lebih sejuk guna mendukung transisi pemerintahan yang kondusif.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.