Jumat, 12 Jun 2026 13:55 WIB

Pansus Pilkada DPRD Minta KPU Jember Disumpah, Banyak Keraguan soal Netralitas

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 06 Nov 2024 18:50 WIB
RDP Pansus Pilkada DPRD Jember dengan KPU. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
RDP Pansus Pilkada DPRD Jember dengan KPU. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Panitia Khusus (Pansus) Pilkada DPRD Jember meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menjalani sumpah di bawah Al-Quran.

Permintaan sumpah itu, menyusul banyaknya laporan masyarakat yang hilang kepercayaannya terhadap netralitas KPU Jember dan juga transparansi pengelolaan Rp103 Miliar yang bersumber dari APBD.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Anggota Pansus Pilkada DPRD Jember, Muhammad Holil Asy'ari menceritakan, bagwa saudaranya yang menjadi penyelenggara Pilkada di tingkat bawah diduga mengarahkan untuk ke salah satu paslon cabup dan cawabup tertentu.

"Jadi saya kira, KPU kalau misal betul-betul bekerja secara jujur dan adil, dan betul-betul menjaga netralitas, di situ saya yakin tidak akan keberatan disumpah," kata Anggota Pansus Pilkada DPRD Jember, Muhammad Holil Asy'ari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Jember, Rabu (6/11/2024). 

"Makanya, saya nanti ingin minta jawaban yang sejujur-jujurnya dari KPU. Jawaban itu tidak hanya dengan lisan, tapi juga dibawah sumpah. Saya siapkan Al-quran untuk menyumpah mereka," sambungnya. 

Bahkan, Holil menyampaikan, Ketua Pansus Pilkada Jember semalam sempat membubarkan acara yang dilaksanakan oleh penyelenggara di desanya, yang juga mengarahkan untuk mendukung salah satu pasangan calon. 

"Bahkan saya juga ada pesan WhatsApp yang menyampaikan, penyelenggara di tingkat bawah ada (dugaan) titipan dari penyelenggara di atas itu sendiri, agar memenangkan paslon atau fokus pada salah satu calon," ungkapnya. 

Di samping itu, Pansus Pilkada Jember juga meminta transparansi dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari APBD Pemkab Jember. Mereka meminta anggaran tersebut digunakan secara benar. 

"Ini juga akan menunjukkan integritas dan komitmen kita. Kita tidak main-main, ini anggarannya besar dan juga menyangkut masa depan Jember," jelasnya. 

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

"Kalau mereka tidak melakukan amanah dengan baik, dan tidak adil dalam pelaksanaan pilkada, berarti rakyat kan dihianati," imbuhnya. 

Namun demikian, permintaan sumpah yang diminta oleh Pansus Pilkada DPRD Jember ditolak oleh KPU. Mereka tidak setuju karena merasa sudah menjalani sumpah saat pelantikan.

"Kami tidak menuju mau atau tidak mau, karena kami selaku penyelenggara sudah disumpah di awal kami sebelum menjalankan tugas," kata Ketua KPU Jember, Dessi Anggraeni.

"Tanpa bermaksud untuk lain-lain, kami menghargai itu dan sumpah di awal integritas yang harus dipegang teguh untuk kita menjalankan tugas sampai nanti selesai tahapan," tambahnya.

Dessi menegaskan, sumpah sebelum bertugas telah dilakukan oleh semua komisioner dan itu melekat hingga jabatan selesai. 

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

Sedangkan terkait kecurigaan, ketidakpercayaan dan lain sebagainya, menurut Dessi semua orang mempunyai hak untuk melakukan atau menyampaikan itu. Dia mempersilakan KPU Jember dikontrol dan diawasi tugasnya hingga selesai. 

"Dan memastikan, apa yang kami kerjakan sesuai jabatan atau fakta integritas," ucapnya. 

Sedangkan terkait anggaran Rp103 Miliar, Dessi menyampaikan telah terserap 19,64 persen. Namun penggunaan anggaran ini tidak hanya sampai 27 November 2024, akan tetapi masih panjang hingga awal tahun 2025.

"Di antaranya Rakor kita, pengadaan alat kampanye, pendataan pemilih, pengadaan data DPT, kegiatan teknis, honor add hoc paling besar serapannya," sebutnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.