Senin, 22 Jun 2026 07:08 WIB

87 PMI asal Tulungagung Berangkat ke New Zeeland, Kerja di Kebun Apel

Para PMI saat diberangkatkan ke New Zeeland. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Para PMI saat diberangkatkan ke New Zeeland. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com- New Zeeland menjadi salah satu destinasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tulungagung yang banyak diminati.w Tahun ini, 87 warga Tulungagung diberangkatkan untuk bekerja di kebun apel di negara tersebut.

Meski begitu, kuota yang diberikan pemerintah New Zeeland masih terbatas. Padahal kebutuhan pekerja di negara tersebut cukup tinggi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dirut PT Alwihdah Jaya Sentosa, Puji Astuti mengatakan dalam setahun mereka hanya memperoleh kuota 163 PMI untuk bekerja di New Zeeland. Jumlah ini hanya sedikit. Untuk itu, mereka memprioritaskan mantan PMI New Zeeland untuk diberangkatkan lagi.

Selain Indonesia, negara tersebut juga mendatngkan pekerja dari Timor Leste, Fuji dan Kepulauan Salomon.

"Kita hanya mendapat kuota 163 pekerja saja, 87 diantaranya dari Tulungagung dan sisanya dari Bali," ujarnya, Kamis (24/10/2024).

Para pekerja ini akan dikontrak selama 7 bulan. Mereka bekerja sebagai pemetik buah apel di perkebunan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Setiap bulan pekerja ini bisa mendapat gaji hingga Rp 24 juta. Besaran gaji ini membuat banyak warga yang tertarik berangkat. Namun kuota pekerja yang diberikan pemerintah New Zeeland sangat terbatas.

Puji berharap pemerintahan baru ini bisa menjalin komunikasi sehingga jumlah kuota PMI yang berangkat bisa bertambah.

"Selain New Zeeland, Australia juga memiliki potensi tingi negara yang membutuhkan PMI," tuturnya.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno berpesan kepada PMI yang akan berangkat ini untuk selalu menjaga nama baik Indonesia. Mereka diminta untuk selalu metaati peraturan yang ada, dan ingat dengan keluarga yang ditinggalkan.

"Selalu jaga nama baik Indonesia di sana," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.