Jumat, 19 Jun 2026 02:01 WIB

Nelayan Bangkalan Tuntut Ganti Rugi Petronas karena Hasil Tangkapan Berkurang

Demo nelayan Bangkalan menuntut ganti rugi ke Petronas. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Demo nelayan Bangkalan menuntut ganti rugi ke Petronas. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah nelayan mengeluhkan kerusakan rumpun (rumah ikan) di perairan Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Diduga kerusakan itu diakibatkan aktivitas dari perusahaan minyak, Petronas di perairan tersebut.

Ketua Paguyuban Nelayan Tanjung Bumi, Moh Junaidi mengatakan sebanyak puluhan nelayan berkumpul di tempat pelelangan ikan Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi untuk menuntut ganti rugi pihak Petronas.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

"Rumpun yang sudah kami pasang rusak akibat kegiatan dari Petronas. Akibatnya kami harus melaut lebih jauh lagi dan menghabiskan banyak bahan bakar, " ujarnya, Jumat (20/9/2024).

Menurut Junaidi, sebelum ada kegiatan dari Petronas, nelayan hanya membutuhkan 50 liter solar dalam sekali melaut. Namun, sejak keberadaan Petronas di perairan mereka, nelayan harus menghabiskan 100 hingga 150 liter solar untuk sekali melaut.

"Kami harus pergi lebih jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan. Ini sudah merugikan kami. Kami harus merogok kocek lebih dalam dan harus mengeluarkan tenaga lebih banyak juga," imbuhnya.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Ia berharap, Petronas segera memberikan ganti rugi atas dampak buruk yang ditimbulkan. Sebab, menurutnya di kabupaten lain, para nelayan telah mendapatkan ganti rugi atas kegiatan mereka yang berdampak pada nelayan.

"Jika dalam 3 kali 24 jam mereka tidak kunjung merespons tuntutan kami, kami akan halangi aktivitas mereka di perairan kami, " pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Sementara itu, Corporate Communications Petronas, Septiana Dewi Nugraeni mengaku belum dapat memberikan jawaban saat dikonfirmasi.

"Silahkan kirimkan email, kami belum bisa menjawab hari ini karena jawaban ke media perlu direview oleh kantor pusat," jawab Septiana.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.