Senin, 15 Jun 2026 09:26 WIB

Tradisi Unik Maulid Nabi di Bangkalan, Berebut Barang hingga Ternak

  • Penulis :
  • | Minggu, 15 Sep 2024 16:50 WIB
Suasana tradisi Maulid Nabi di Bangkalan. (Foto: Fathor/jatimnow.com)
Suasana tradisi Maulid Nabi di Bangkalan. (Foto: Fathor/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bangkalan cukup unik. Warga berebut aneka barang, camilan hingga unggas untuk dibawa pulang.

Tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun ini dilakukan setiap bulan Maulid. Mayoritas warga akan menggelar acara di rumah masing-masing secara bergantian.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Salah satunya dilakukan di Kecamatan Burneh, Bangkalan. Warga menggantung barang, camilan, balon, mainan dan unggas menggunakan tali yang dibentangkan di atas para undangan.

Nantinya, warga akan berkumpul dan berdoa bersama. Usai berdoa, mereka akan berebut seluruh barang yang digantung tersebut.

"Dari dulu memang seperti itu tradisinya, jadi pemilik hajatan akan mengundang warga dan dia akan menyediakan berbagai macam camilan, perlengkapan dapur untuk digantung dengan tali," ujar Rahem, salah satu warga setempat, Minggu (15/9/2024).

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Ia juga mengatakan, undangan tak hanya laki-laki saja. Namun juga anak-anak dan perempuan juga diundang untuk berebut barang.

"Warga sangat antusias karena saat berebut akan dapat berbagai macam barang. Apalagi anak-anak sangat suka karena banyak mainan dan juga buah yang bisa jadi rebutan," imbuhnya.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

Ia berharap tradisi ini tetap terjaga. Sebab, dalam tradisi itu tak hanya merayakan Maulid Nabi namun juga menjaga kerukunan antar warga.

"Ini juga ajang silaturahmi karena warga berkumpul jadi satu, secara otomatis silaturahmi juga semakin erat," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.